Global Expose TV Kabupaten Labuhan batu- Beberapa aset milik Tersangka Bupati Labuhanbatu non aktif Erik Adtrada Ritonga disita Tim Penyidik KPK RI dari sejumlah lokasi.
Setelah sebelumnya melakukan penyitaan rumah mewah senilai Rp5,5 miliar di kota Medan dan uang senilai Rp48,5 miliar di sejumlah rekening Bank, Rabu hingga Kamis 1-2 Mei 2024, Tim Penyidik KPK RI kembali menyita aset milik Tersangka Bupati Labuhanbatu non aktif, Erik Adtrada Ritonga (EAR).
Diantaranya, Tim Penyidik, menemukan aset lain Tersangka berupa tanah beserta bangunannya seluas 304,9 M2 yang berlokasi di kawasan jalan Kartini, Kelurahan Kartini, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut.
Gedung yang dijadikan kantor salahsatu partai politik tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan proses penyidikan perkara Tersangka EAR sebagai pihak penerima suap,
“Dilakukan penyitaan sekaligus pemasangan plang sita di lokasi tersebut. Berdasarkan alat bukti yang dimiliki Tim Penyidik, aset ini diduga milik Tersangka EAR yang kemudian difungsikan untuk kepentingan salah satu partai politik,” ungkap Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Jumat 3 April 2024 dalam pesan WhatsAppnya.
Tentunya, lanjut Ali Tim Penyidik segera akan mengkonfimasi temuan ini pada para saksi termasuk Tersangka.
Selain itu, Kamis 2 Mei 2024 KPK juga melakukan penyitaan paksa pabrik kelapa sawit senilai Rp15 Miliar milik Tersangka EAR.
Sejumlah aset milik Tersangka Bupati Labuhanbatu non aktif Erik Adtrada Ritonga disita Tim Penyidik KPK RI dari sejumlah lokasi.
“Tim Penyidik, telah selesai melakukan penyitaan tanah dan bangunan seluas 14.027 M2 yang berlokasi di Kelurahan Janji, Kecamatan Bilah Barat Kabupatan Labuhanbatu yang diduga milik Tersangka EAR dengan diatasnamakan orang kepercayaannya,” kata juru bicara bidang penindakan KPK ini.
Dari informasi yang diperoleh Tim Penyidik, di lokasi tersebut, ungkap Ali disiapkan untuk menjadi pabrik pengolahan kelapa sawit dan masih dalam tahap proses uji coba operasioal.
Diperkirakan nilai aset dimaksud Rp15 Miliar dan turut diduga sumber dananya berasal dari penerimaan suap Tersangka EAR dkk.
Di lokasi tampak Tim KPK melakukan pemasangan plang sita di pintu gerbang lokasi industrial itu. Ini, lanjut Ali Fikri untuk menegaskan status aset dimaksud sebagai upaya mencegah klaim dari pihak-pihak tertentu.
Penulis : Mirwan Hasibuan
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Beberapa aset milik Tersangka Bupati Labuhanbatu Non Aktif












