Global Expose TV, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim-Dewan Pengurus Korpri sudah merencanakan jauh jauh hari untuk melaksanakan pelantikan dan pengukuhan pengurus di masing masing unit, dalam rangka membangun komunikasi koordinasi sekaligus mensosislisasikan apa yang akan dikerjakan dan apa yang sudah dikerjakan, demikian beberapa hal disampaikan Ketua Korpri Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Pang Irawan SSTP saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Unit Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU, sekaligus mengukuhkan Andi Singkeru sebagai Ketua Korpri Unit Disdikpora, berlangsung di Graha Pemuda PPU, pada Senin (20/5).
“ Momen ini penting karena tidak akan ada pengurus Korpri Kabupaten jika tak ada pengurus Unit di masin masing SKPD. Saya kira memen ini tepat, sekaligus untuk menyampakan berbagai hal antara lain dari sekian banyak least prioritas unit usaha yang akan dieksekusi oleh dewan pemgurus, telah sampai pada sebuah kesimpulan prioritas pertama yang akan kita lakukan dan untuk rencana pembentkan sebuah Badan Usaha, kami telah melakukan pertemuan dengan calon Kandidat yang akan memimpin Badan Usah tersebut,” ungkap Pang Irawan.
Dikatakannya setelah ini akan ada rapat di tingkat dewan pengurus dalam rangka wawancara dan pembentukan badan usaha, diprioritas pertama unit usahanya adalah bidang perumahan, bicara soal dana iuran anggota mulai tahun lalu itu tidak lagi ditempatkan di Bankaltimtara, biasanaya deposito itu di Bankaltimtara, namun pada tahun ini 2024 dana iuran anggota sudah dipindahkan ke Bank BTN Syariah.
Terkait rencana Unit Usaha ini pihak Bank BTN Syariah menyatakan siap membantu, Menurut Pang Irawan profitnya dari peralihan simpanan jauh lebih besar dengan apa yang selama ini didapatkan di Bank selainnya.
“Setiap kegiatan operasional, kalau sebelumnya selalu dibebankan dengan dana iuran anggota, maka sekarang tidak lagi, jadi kalu ada agenda seperti rapat, peringatan Hari hari besar dan sebagainya kita disokong oleh Bank BTN Syariah, jadi kalau kita ingin mengadakan rapat dan sebagainya, kebutuhan konsumsi, tempat dan sebagainya sudah ditanggung Bank BTN Syariah. Tidak lagi mengganggu dana umat kita,” terang Pang Irawan.
Di dewan pengurus sudah mengantisipasi bentuk resiko sekecil mungkin, kata Ketua Korpri Penajam Paser Utara ini, dia katakan usaha itu sumber modalnya memang dari iuran anggota yang terkumpul di Bank BTN Syariah, maka pembiayaan itu dari hasil pengelolaan oleh Bank BTN Syariah tersebut, jadi kalau dalam kondisi terpuruk, lanjutnya maka jaminan yang disita adalah tanah yang dibeli dari iuran yang dikelola Bank BTN Syariah, artinay kemudian tidak mengganggu dana umat.
“Setelahnya kita akan mengagendakan rapat pleno mengundang seluruh unit untuk menyepakati pembentukan badan usaha tersebut, sebagai gambaran secara garis besar modal tak diambil dari iuran kita lagi,” beber Pang Irawan.
Semua keputusan akan diambil dari mekanisme sesuai peraturan Organsisasi Korpri yang sudah ditetapkan, tak ada lagi uang iuran anggota yang keluar tanpa melalui proses mekanisme organisasi, semua diputuskan bersama atas persetujuan semua unit Korpri di masing masing OPD.
“Pada desember lalu saya telah bertemu dengan Mantan Bupati kita di lapas dalam rangka menyelesiakan atau memulihkan dana kita yang telah digunakan kurang lebih Rp 1 Miliar, yang mana tahun lalu saya sudah mengunjungi lapas untuk bertemu dengan mantan Bupati PPU (tanpa menyebut nama) tapi memang sepertinya cukup panjang tahapan penyelasaian itu, ditambah lagi mantan ketua Korpri saat itu, telah meninggal, sehingga kini ada tantangan yang cukup besar untuk memulihkan dana yang telah diselewengkan itu,” ucapnya.
Tapi lanjut dia pada perinsipnya ini harus disampaikan kepada semua dewan pengurus, bahwa dewan pengurus tetap berkomitmen dan sudah melakukan langkah langkah dalam rangka untuk memulihkan atau mengembalikan dana itu, namun tukasnya tantangan cukup besar resikonya juga luar biasa untuk menagih dana itu.
“Desember 2023 saya bertemu langsung dengan mantan Bupati PPU, saya sampaikan terkait dana itu, ya,, sampai hari ini masih belum ada itikat secara kekeluargaan untuk mengembalikan itu, ini harus saya sampaikan kepada kita sekalian,” Ungkap Mantan Camat Penajam ini.
Pada Juni mendatang tandasnya harus sudah bisa melaksanakan rapat pleno untuk memutuskan pembentukan Unit usaha perumahan, yang mana bisnis perumahan masih berkutat diseputar rumah bersubsidi, nanti kalau sudah sukses berhasil baru berkembang ke rumah rumah yang lain.
“Artinya ini sebuah peluang untuk kita, potensi organisasi kita seperti ada bahasa, pusing mau usaha tapi modalnya apa, kalau di kita duit ada tapi pusing mau usaha bidang apa, nah utuk itu dalam penggunaan dana umat ini tidak bisa dilakukan semena mena dan tak bisa diputuskan segelintir pengurus, harus ada kesepakan menyeluruh, baik dari pengurus maupun anggota,” tutupnya.
Penulis : Iskandar/Edison Jalal
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Dewan Pengurus Korpri Sudah Merencanakan












