Global Expose TV Kabupaten Cirebon – Sekretaris Komite MTs N 4 Cirebon Arief Syahfaat memberikan pernyataan dengan percaya diri bahwa apa yang telah dilakukan pihak komite MTs 4 Cirebon sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) NO. 16 Tahun 2020, oleh karena itu, pihaknya sudah merasa benar dan tidak keberatan dengan isi berita Global Expose TV online edisi tayang Hari Kamis tanggal 22 Agustus 2024 perihal adanya dugaan MTs N 4 pungut sebesar RP. 2,5 juta persiswa baru tahun ajaran 2024, namun dirinya hanya menyayangkan judul berita Global Expose TV dan media lain yang dinilainya kurang sesuai.
“Kalau isinya benar sesuai yang saya sampaikan, akan tetapi beberapa media yang menurut saya judulnya berlebihan”, ujar Arief Syahfaat saat klarifikasi dengan Wartawan Global Expose TV dan Jajaran Redaksi Warta Jaya Vision pada Selasa 27 Agustus 2024 di samping GOR Rangga Jati Kabupaten Cirebon.
Menurut Arief Syahfaat, keberatan judul berita juga telah disampaikan kepada koran Harian terbitan Jakarta dan dirinya mengaku sudah ketemu dengan wartawannya dan dianggap sudah selesai. Begitupun dengan berita youtube WJV maupun Global Expose TV pihaknya tidak mempersoalkan, sebab masih banyak hal lain yang lebih penting.
“Sudahlah…, gak masalah, saya gak mau menguras energi dengan hal-hal yang begitu, masih banyak hal lain yang lebih bermanfaat”, tambahnya seakan-akan tanpa manfaat fungsi kontrol sosial wartawan terhadap kebijakan sekolah maupun komite dalam melaksanakan program sekolah negeri yang sumber dananya berasal dari meminta kepada para orang tua siswa baru, yang kerap disoroti berbagai pihak, namun faktanya kegitan tersebut tetap berjalan dan para orang tua siswa mayotitas membayar sejumlah uang sesuai keputusan rapat.
Disisi lain, Arief Syahfaat mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasa lelah dan ingin mengakhiri keterlibatannya dalam struktur komite MTs N 4 Cirebon, sebab selain sebagai sekretaris komite, dirinya merasa terlalu banyak yang diurus di lembaga pendidikan lainnya.
“Terlalu banyak lembaga pendidikan maupun yayasan yang saya urus, bahkan saya sampai menolak dijadikan pengurus struktur sebuah yayasan, namun saya tetap siap memberikan peran dan kontribusinya”, terangnya.
Soal pembayaran dari 352 siswa baru sebesar RP. 1,3 juta persiswa untuk pembangunan kanopi konstrusi besi halaman sekolah, Arief Syahfaat menerangkan bahwa hingga saat ini belum semuanya masuk, bahkan sudah meminjam dana talangan dari Para Pengurus Komite untuk menutupi kekurangannya.
“Dana itu (dari siswa baru-red) seluruhnya paling masuk antara 60 – 70 %, dan kwajiban kami melaporkan kepada para orang tua siswa bukan kepada yang lainnya, kecuali jika terjadi insiden yang mengakibatkan korban sebagai akibat dari kwalitas konstruksi yang buruk, itu mungkin anda bisa tanya”, jelas Arief seolah lupa bahwa pentingnya fungsi kontrol sosial wartawan terhadap pembangunan infrastrukrur di lingkungan pendidikan yang sumber dananya dari pemerintah apalagi meminta partisipasi dari orang tua siswa.
Penulis : Sutari
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Sekretaris Komite Tidak Keberatan Dengan Isi Berita Adanya Dugaan MTs N 4 Cirebon Pungut RP.2,5 Persiswa Baru












