Diskusikan Regulasi PPPK, FGLPG Duduk Bareng LBH Ansor

Jumat, 30 Desember 2022 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Indramayu – Forum Guru Lulus Passing Grade PPPK (FGLPG) Kabupaten Indramayu menyambangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/12). Mereka bermaksud untuk mendiskusikan segala regulasi terkait kebijakan daerah dan pusat terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua LBH Ansor Indramayu, Afif Rahman, menyambut baik kedatangan para pengurus FGLPG tersebut. Pihaknya mengapresiasi perjuangan mereka, sebab hal tersebut menjadi bagian dari upaya perbaikan pendidikan terutama di sektor kesejahteraan tenaga pendidik.

“Sejak mereka menyuarakan aspirasinya secara terbuka beberapa waktu lalu, kami bersimpati terhadap perjuangan para guru ini. Maka saat mereka datang ke kami, LBH Ansor menyambutnya dengan tangan terbuka,” jelas Afif.

Afif Rahman, yang saat itu ditemani Abdul Kholiq selaku Ketua Divisi Advokasi dan Jaringan LBH Ansor Indramayu, menilai para guru yang tergabung dalam FGLPG ini merupakan tenaga kependidikan yang telah mengabdikan dirinya belasan tahun, bahkan ada yang puluhan tahun. Menurutnya hal ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh stake holder yang terkait dengan nasib mereka.

Sementara itu, Ketua FGLPG, Suharjo, merasa bersyukur jika ada yang menyambut baik perjuangan mereka. Sebab apa yang mereka perjuangkan tidak semata-mata hanya demi kepentingan pribadi, namun demi kepentingan pendidikan yang lebih luas.

“Kami bersyukur LBH Ansor bisa menyambut baik dan berdiskusi dengan kami terkait beragam regulasi yang mengatur soal PPPK. Besar harapan kami kedepan lebih banyak elemen yang mendukung gerak langkah para guru ini,” ungkap Suharjo.

FGLPG sendiri merupakan para guru yang pernah mengikuti tes PPPK dan lulus passing grade yang ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Namun karena ketiadaan formasi, akhirnya mereka tidak bisa diangkat untuk menjadi PPPK.

Beberapa waktu lalu mereka melakukan unjuk rasa agar Pemerintah Kabupaten Indramayu mengeluarkan kebijakan untuk menambah formasi PPPK. Hal ini dilakukan agar jumlah guru lulus passing grade di Indramayu yang sejumlah 1.899 bisa masuk sebagai PPPK seluruhnya.(Ry)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Revitalisasi SMAN 18 Padeglang
SDN Sukamulya 1
Polisi Diduga Tutup Mata, Massa Aksi Diserang di Capital Building Medan
TK Bunga Harapan
Salat Istisqa di Polres PPU, Tiga Pilar Satukan Doa dan Ikhtiar Hadapi Ancaman Karhutla
Tiga Pilar PPU Siaga Karhutla, Cegah Api Meluas di Tengah Ancaman Cuaca Kering
Groundbreaking Coal to Methanol di Kutim, Proyek Strategis Ditargetkan Produksi 2029
Kaliorang Bentuk Posko Siaga Karhutla, TNI-Polri dan Perusahaan Perkuat Sinergi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:56 WIB

Revitalisasi SMAN 18 Padeglang

Minggu, 13 September 2026 - 15:18 WIB

SDN Sukamulya 1

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Polisi Diduga Tutup Mata, Massa Aksi Diserang di Capital Building Medan

Jumat, 11 September 2026 - 12:43 WIB

TK Bunga Harapan

Selasa, 1 September 2026 - 10:37 WIB

Salat Istisqa di Polres PPU, Tiga Pilar Satukan Doa dan Ikhtiar Hadapi Ancaman Karhutla

Berita Terbaru