Miris, 28 Tahun Menanti Tanpa Kabar, Abah Jarkam 68 Tahun Berharap Anaknya Pulang

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelobal Expose Tv Kabupaten Pandeglang – Sabtu, 24 Januari 2026.Waktu terus berjalan, usia kian menua, namun harapan tak pernah padam. Itulah yang dirasakan Abah Jarkam (68) bersama istrinya Ibu Asih, warga Kampung Jaralang, Desa Tangkil Sari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Selama 28 tahun, mereka menanti kabar anak keduanya yang bernama Acin, yang hingga kini tidak pernah diketahui keberadaannya.

Menurut penuturan Abah Jarkam, ia memiliki empat orang anak, yakni anak pertama Jarnah, anak kedua Acin, anak ketiga Saca, dan anak keempat Rohmah. Dari keempat anak tersebut, Acin merupakan anak kedua yang pergi dari rumah pada tahun 1998 dan hingga kini tidak pernah memberikan kabar.

Abah Jarkam menjelaskan, kepergian Acin bermula ketika ia diajak bekerja ke Jakarta oleh seseorang bernama Amad. Setelah dibawa dari rumah, Acin diantar terlebih dahulu oleh Amad ke rumah Ibu Arminah, warga Cibaliung. Selanjutnya, Ibu Arminah lah yang membawa Acin ke Jakarta.

Namun setelah waktu berlalu dan Acin tidak kunjung memberikan kabar, Abah Jarkam langsung mendatangi Ibu Arminah untuk mempertanyakan keberadaan anaknya. Sayangnya, menurut Abah Jarkam, jawaban yang diberikan tidak jelas dan dinilai tidak bertanggung jawab, sehingga sejak saat itu keberadaan Acin tidak diketahui hingga sekarang.

‎Ironisnya, hingga kini pihak keluarga tidak memiliki foto maupun ijazah Acin. Abah Jarkam menuturkan bahwa foto Acin sebelumnya pernah ada, namun diberikan kepada seseorang yang mengaku ingin membantu pencarian. Orang tersebut tidak diketahui identitasnya dan tidak pernah kembali.

‎Sementara itu, ijazah Acin pernah diambil oleh Sadun, warga asal Jakarta, dengan alasan yang sama ingin membantu, namun hingga kini tidak ada kabar dan ijazah tersebut tidak pernah dikembalikan.

Dalam peristiwa kepergian Acin, seorang tetangga bernama Sakar diketahui ikut mengetahui dan menjadi saksi saat Acin dibawa dari rumah. Sakar juga sempat ditanya langsung di hadapan warga terkait peristiwa tersebut.

Puluhan tahun berlalu tanpa kabar, namun rasa rindu tak pernah padam. Setiap hari, Abah Jarkam dan Ibu Asih selalu memikirkan anaknya dan berharap masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali.

‎Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Abah Jarkam menyampaikan pesan yang menyentuh hati:

“Kalau Acin masih hidup, Abah mohon pulanglah. Abah dan Ibu sudah sangat kangen. Kami sudah tua, kami hanya ingin melihatmu kembali.”

Hingga kini, di usia senja, Abah Jarkam dan Ibu Asih masih menanti sebuah kabar, sembari berharap ada masyarakat yang mengetahui atau mengenali keberadaan Acin agar dapat menyampaikan informasi kepada keluarga.

Facebook Comments Box

Penulis : Edi Junaedi

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Pandeglang Banten

Berita Terkait

Revitalisasi SMAN 18 Padeglang
SDN Sukamulya 1
Polisi Diduga Tutup Mata, Massa Aksi Diserang di Capital Building Medan
TK Bunga Harapan
Salat Istisqa di Polres PPU, Tiga Pilar Satukan Doa dan Ikhtiar Hadapi Ancaman Karhutla
Tiga Pilar PPU Siaga Karhutla, Cegah Api Meluas di Tengah Ancaman Cuaca Kering
Groundbreaking Coal to Methanol di Kutim, Proyek Strategis Ditargetkan Produksi 2029
Kaliorang Bentuk Posko Siaga Karhutla, TNI-Polri dan Perusahaan Perkuat Sinergi
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:56 WIB

Revitalisasi SMAN 18 Padeglang

Minggu, 13 September 2026 - 15:18 WIB

SDN Sukamulya 1

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Polisi Diduga Tutup Mata, Massa Aksi Diserang di Capital Building Medan

Jumat, 11 September 2026 - 12:43 WIB

TK Bunga Harapan

Selasa, 1 September 2026 - 10:37 WIB

Salat Istisqa di Polres PPU, Tiga Pilar Satukan Doa dan Ikhtiar Hadapi Ancaman Karhutla

Berita Terbaru