Global Expose TV Kabupaten Cirebon – Upaya mengurangi risiko banjir di Kabupaten Cirebon tidak hanya mengandalkan penanganan saat bencana terjadi. Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai memperkuat mitigasi dari hulu dengan memulihkan tutupan vegetasi dan meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan.
Langkah itu dilakukan melalui Gerakan Rehabilitasi dan Konservasi Lingkungan di Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menyasar sejumlah titik yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman–yang kerap disapa Jigus mengatakan, gerakan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi intensitas banjir, khususnya di wilayah Sumber dan sekitarnya.
“Ini merupakan bentuk nyata, yaitu untuk menjaga lingkungan agar ke depannya tidak lagi banjir di wilayah sekitar sini, terutama Desa Sidawangi, Sumber, dan sekitarnya,” kata Jigus.
Menurutnya, penanganan persoalan banjir membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan, mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten.
Karena itu, gerakan konservasi lingkungan di Sidawangi diharapkan dapat menjadi langkah awal yang diterapkan di wilayah lain.
Jigus menyebut, Pemkab Cirebon akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan perangkat daerah terkait, termasuk BPBD, untuk memetakan wilayah yang memiliki risiko banjir.
“Harapannya ke depan, sudah tidak ada lagi wilayah di Kabupaten Cirebon yang rawan banjir,” ujarnya.
Selain menanam pohon, kegiatan tersebut juga menerapkan metode konservasi tanah dan air melalui pembuatan rorak.
Lubang resapan tersebut berfungsi menahan aliran air permukaan, sehingga air hujan tidak langsung mengalir dari kawasan yang lebih tinggi ke wilayah di bawahnya.
“Sidawangi merupakan dataran tinggi, supaya air dari atas itu tidak langsung limpas ke bawah, ditahan dulu oleh rorak,” ungkap Jigus.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan aksi nyata pemerintah daerah bersama masyarakat dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Dede, rehabilitasi lingkungan juga diarahkan untuk meningkatkan tutupan vegetasi, memperbesar kemampuan tanah dalam menyerap air hujan, serta membangun lingkungan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Dalam kegiatan tersebut, DLH Kabupaten Cirebon menyiapkan penanaman di tiga lokasi. Di Jalan Pangeran Kejaksan Desa Sidawangi, ditanam 30 pohon mahoni dan 50 bibit jamblang. Di lokasi kedua yang masih berada di kawasan Jalan Pangeran Kejaksan, ditanam 20 pohon glodokan.
Sementara itu, di belakang Kompleks Kota Baru Keandra Sidawangi, ditanam 50 pohon mahoni.
Dengan demikian, sebanyak 150 pohon ditanam dalam rangkaian kegiatan tersebut. Penanaman juga dibarengi aksi gotong royong membersihkan lingkungan dan membuat rorak sebagai bagian dari konservasi tanah dan air.
“keberhasilan rehabilitasi lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dan fungsi ekologis kawasan terus terjaga,” kata Dede.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, komunitas lingkungan, serta masyarakat Desa Sidawangi.
Penulis : Sutari
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Cegah Banjir, Pemkab Cirebon Tanam 150 Pohon dan Buat Rorak di Desa Sidawangi












