Global Expose TV Kota MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bonus demografi menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk melakukan lompatan menuju negara maju. Puncak bonus demografi yang diperkirakan berlangsung pada 2030–2035 harus dipersiapkan sejak dini dengan membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Hal itu disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).
Kapolri menilai besarnya jumlah penduduk usia produktif merupakan modal strategis bagi Indonesia. Namun, bonus demografi tidak secara otomatis menjadikan sebuah negara maju. Momentum tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, serta kemampuan mengembangkan sektor-sektor ekonomi bernilai tambah tinggi.
“Kesempatan ada di depan kita. Bagaimana kemudian kita bisa memanfaatkan semua, dan itu tentunya butuh kolaborasi,” ujar Kapolri.
Menurutnya, sejumlah negara telah membuktikan bahwa bonus demografi dapat menjadi kekuatan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan menjadi contoh negara yang memanfaatkan besarnya populasi usia produktif melalui penguatan pendidikan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta pembangunan sektor industri dan teknologi.
Sebaliknya, pengalaman sejumlah negara lain, seperti Brasil dan Thailand, menunjukkan bahwa bonus demografi tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM, ketersediaan pekerjaan berkualitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan industri.
“Ini menjadi pembelajaran bagi kita. Jangan sampai bonus demografi justru menjadi beban apabila tidak kita siapkan dengan baik,” kata Kapolri.
Kapolri menyebut Indonesia memiliki modal besar untuk memanfaatkan momentum tersebut. Selain jumlah penduduk usia produktif, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang apabila dikelola melalui hilirisasi dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Indonesia, kata Kapolri, memiliki cadangan nikel sekitar 62 juta ton atau 44,3 persen dari cadangan global. Sementara cadangan emas mencapai sekitar 3.600 ton yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia.
Pemerintah juga telah melakukan groundbreaking terhadap 26 proyek hilirisasi komoditas strategis dengan total nilai investasi mencapai Rp231 triliun. Hilirisasi dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Di sektor energi, pemerintah juga menerapkan kebijakan biodiesel B50 sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Kebijakan tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun.
Kapolri menegaskan berbagai potensi tersebut harus dikelola secara terintegrasi agar mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Pengelolaan sumber daya alam juga harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas manusia.
Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi penting. Mereka merupakan bagian dari generasi yang akan memasuki usia produktif ketika Indonesia berada pada fase puncak bonus demografi.
Kapolri mengajak mahasiswa untuk tidak hanya mengejar pendidikan formal, tetapi juga terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, menguasai teknologi, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.
“Generasi muda harus mempersiapkan diri. Karena pada saat bonus demografi mencapai puncaknya, adik-adik mahasiswa inilah yang akan menjadi bagian terbesar dari kekuatan produktif bangsa,” tuturnya.
Kapolri menambahkan, transformasi Indonesia menuju negara maju tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi, para cendekiawan, dan generasi muda.
“Ini semua bisa berjalan kalau kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan para cendekiawan ini bisa bersatu. Ini kuncinya,” pungkas Kapolri.
Penulis : S bahri dan team
Editor : Korwil
Sumber Berita: Kapolri: Bonus Demografi Jadi Momentum Indonesia Melompat Menjadi Negara Maju












