Global Expose TV Provinsi KALIMANTAN TIMUR – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah infrastruktur dasar dan kawasan inti pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) telah terbangun, sementara pembangunan kawasan pemerintahan selanjutnya diarahkan menuju tahap eksekutif dan legislatif.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Maret Samuel Sueken, saat memberikan pandangannya terkait perkembangan pembangunan IKN, Sabtu (3/10/2026).
Maret mengatakan, perkembangan pembangunan IKN harus dilihat secara utuh berdasarkan tahapan dan skala prioritas yang ditetapkan pemerintah bersama Otorita IKN. Menurutnya, investasi yang telah berjalan perlu diselesaikan dan dilanjutkan sesuai visi pembangunan IKN.
“Teman-teman Otorita melihat skala prioritas, mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Investasi yang sudah berjalan ini harus diselesaikan dan kemudian dilanjutkan sesuai visi pembangunan IKN,” ujarnya.
Ia mengaku telah mengikuti serta mengawal perkembangan pembangunan IKN sejak awal 2022. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, pembangunan masih terus berlangsung di berbagai sektor.
Maret pun menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan anggapan yang menyebut pembangunan IKN berhenti atau mangkrak.
Bandara IKN Jadi Alternatif Akses
Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah Bandara IKN atau Bandara Nusantara. Menurut Maret, keberadaan bandara tersebut akan menjadi salah satu alternatif akses menuju kawasan pemerintahan IKN.
Saat ini, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan masih menjadi pintu utama dengan aktivitas penerbangan yang cukup tinggi. Karena itu, keberadaan Bandara IKN dinilai penting untuk mendukung mobilitas pemerintahan dan aktivitas di KIPP.
“Kalau orang mau ke IKN, sekarang Bandara Internasional Balikpapan frekuensinya sangat tinggi. Ke depan tentu harus ada alternatif melalui bandara di IKN,” jelasnya.
Ia menyebut akses dari Bandara IKN menuju kawasan Istana melalui jalan tol relatif singkat, sekitar 15–20 menit. Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung efisiensi mobilitas pejabat, aparatur negara maupun kegiatan pemerintahan.
Maret juga menyebut Bandara IKN telah menjalani pengujian dengan pesawat berukuran besar dan pengujian tersebut berjalan berhasil.
Meski demikian, aktivitas penerbangan saat ini masih terkonsentrasi di Bandara SAMS Sepinggan karena kapasitas dan frekuensi penerbangan di bandara tersebut masih mampu melayani kebutuhan yang ada.
“Prioritasnya sekarang adalah bagaimana seluruh aktivitas pemerintahan di KIPP dan wilayah sekitarnya dapat berjalan. Bandara IKN menjadi alternatif untuk mendukung kebutuhan tersebut,” katanya.
KIPP Masuk Tahap Pengembangan Berikutnya
Maret selanjutnya menyoroti perkembangan KIPP yang disebut telah mencapai tahapan penting. Sejumlah fasilitas pemerintahan dan infrastruktur pendukung telah tersedia, mulai dari kawasan Istana, kompleks kementerian koordinator, hunian ASN hingga fasilitas bagi sejumlah lembaga negara.
Menurutnya, pembangunan IKN kini bergerak menuju tahapan berikutnya dengan pengembangan kawasan eksekutif dan legislatif.
“Infrastruktur jalan tol sudah beres, kawasan pusat pemerintahan juga sudah beres. Sekarang masuk pembangunan eksekutif dan legislatif,” ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan tersebut diarahkan untuk memenuhi target kesiapan penggunaan kawasan pemerintahan pada 2028. Sejumlah pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan pada 2027 sehingga pada 2028 kawasan tersebut dapat mulai difungsikan sesuai tahapan pemindahan aktivitas pemerintahan.
Selain pembangunan fasilitas pemerintahan, hunian ASN juga terus dikembangkan. Mobilisasi aparatur dari berbagai kementerian dan lembaga ke IKN menjadi bagian dari proses pemindahan aktivitas pemerintahan secara bertahap.
Bantah Anggapan IKN Mangkrak
Maret turut menanggapi anggapan yang menyebut pembangunan IKN mangkrak. Ia mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan pembangunan masih berlangsung.
“Kalau ada yang mengatakan IKN mangkrak, saya bilang mangkrak dari mana? Mobilitas saya di IKN masih melihat pembangunan berjalan. Rumah sakit, hunian dan berbagai fasilitas lainnya terus dikerjakan,” tegasnya.
Menurutnya, tingkat kesiapan IKN seharusnya dilihat berdasarkan indikator pembangunan dan kesiapan operasional, bukan semata-mata berdasarkan persepsi atau pemberitaan yang berkembang.
“Kalau kita perhatikan terkait go or no-go readiness, IKN ini sangat siap,” katanya.
Anggaran Mengikuti Tahapan Pembangunan
Terkait kebutuhan anggaran, Maret menjelaskan bahwa besaran pembiayaan pembangunan akan mengikuti tahapan pekerjaan.
Pada fase awal, kebutuhan anggaran memang relatif besar karena pembangunan mencakup penyiapan lahan, infrastruktur dasar, jalan tol, fondasi, jaringan utilitas hingga konstruksi utama.
Setelah pekerjaan fundamental dan konstruksi utama selesai, kebutuhan anggaran dapat berubah karena pekerjaan yang tersisa lebih banyak berkaitan dengan penyelesaian, penyempurnaan dan pembangunan fasilitas lanjutan.
“Setiap orang yang membangun tentu pada awalnya membutuhkan biaya yang sangat besar. Ketika fondasi, jalan tol dan konstruksi utama dibangun, kebutuhan dananya memang besar,” jelasnya.
Ia mengibaratkan pembangunan IKN seperti membangun sebuah rumah. Pada tahap awal, biaya terbesar digunakan untuk fondasi, struktur beton, kolom dan konstruksi utama. Setelah bangunan berdiri, pekerjaan berikutnya lebih banyak masuk tahap penyelesaian.
“Sekarang tinggal poles-polesannya. Bagaimana kosmetiknya berjalan, dinding dirapikan, dicat supaya cantik. Jadi kalau kebutuhan anggaran kemudian turun, itu bukan berarti pembangunannya berhenti. Memang kebutuhannya sudah berbeda dibandingkan ketika pembangunan awal,” pungkasnya.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: Pembangunan IKN Terus Berjalan, KIPP Disebut Siap Masuk Tahap Eksekutif dan Legislatif












