Global Expose TV Kota Samarinda — Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Gubernur dan Kantor DPRD Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026), berlangsung tertib dan kondusif hingga sore hari.
Meski diwarnai dinamika di lapangan, penyampaian aspirasi tetap berada dalam koridor hukum.
Dari beberapa narasumber yang dikutip, dalam aksinya, massa secara tegas menyoroti sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat.
Kritik mengemuka terhadap dugaan alokasi anggaran pembelian mobil dinas gubernur sebesar Rp8,5 miliar, rencana renovasi rumah jabatan mencapai Rp24,5 miliar, serta isu penempatan keluarga dalam sejumlah posisi strategis yang memicu pertanyaan publik terkait tata kelola pemerintahan.
Selain itu, massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara transparan dan tuntas dugaan kasus kredit macet di Bank Kaltimtara yang turut menyeret nama Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud.
Desakan tersebut disampaikan melalui orasi terbuka, bentangan spanduk, hingga dialog terbatas dengan perwakilan instansi terkait.
Situasi sempat mengalami peningkatan tensi di beberapa titik, namun aparat keamanan berhasil menjaga stabilitas dengan pendekatan persuasif dan humanis.
Tidak ada insiden menonjol yang mengganggu jalannya aksi.
Koordinator aksi menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan publik.
Pihaknya menuntut adanya respons konkret dan langkah evaluatif dari pemerintah daerah atas berbagai isu yang disuarakan.
Hingga sore hari, aksi berjalan lancar, tertib, dan mencerminkan penyampaian aspirasi masyarakat secara demokratis.
Penulis : Samsul bahri
Editor : Korwil PROV Kaltim
Sumber Berita: Aksi Mahasiswa di Samarinda Tertib, Desak Evaluasi Kebijakan Gubernur












