Poto Hanya Pemais
Global Expose TV Kabupaten Cirebon – Polemik pembagian parcel yang diduga tidak transparan di lingkungan Polresta Cirebon terus menuai sorotan. Kali ini, imbas dari kisruh tersebut berujung pada dikeluarkannya pihak humas dari grup oleh admin atas nama Fi i Anggara admin dalam sebuah grup komunikasi dengan nama Mitra Humas Polresta Cirebon yang beranggotakan para wartawan dan pihak humas kepolisian.
Keputusan admin tersebut menuai tanda tanya besar bagi para anggota grup yang menilai ada hal yang diduga disembunyikan admin kepada para anggotanya. Respons dikeluaekannya Humas dari grup justru memicu meningkatnya ketegangan antara sejumlah jurnalis yang merasa diperlakukan diskrinatif oleh pihak humas.
Para wartawan menilai pembagian parcel yang dilakukan tidak terbuka dan terkesan pilih kasih, sehingga memicu kekecewaan di kalangan wartawan yang merasa tidak diperlakukan secara adil.
Sumber internal menyebutkan, ketidakjelasan kriteria penerima serta minimnya informasi terkait mekanisme distribusi menjadi pemicu utama munculnya polemik.
Beberapa anggota grup bahkan sempat melayangkan protes secara langsung sebelum akhirnya situasi memanas.
“Seharusnya ada transparansi sejak awal, siapa saja yang berhak menerima dan bagaimana pembagiannya. Ini kan jadi menimbulkan prasangka,” ujar salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya.
Sikap admin yang mengeluarkan Humas dari grup disebut tindakan yang tidak terpuji dan sangat disayangkan.
“Jangan gaya-gayaan mentang-mentang admin grup merasa besar kepala seenaknya saja memperlakukan sesama wartawan dikotak-kotakan”, ujar Arief Yolando jurnalis senior media Polkrim.
Sementara itu, langkah mengeluarkan humas dari posisi grup dinilai sebagai upaya menyembunyikan transparansi informasi agar komunikasi tetap mengambang .
Meski demikian, keputusan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru terkait koordinasi dan keterbukaan informasi antara pihak Polresta Cirebon dan media.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Humas Polresta Cirebon terkait polemik tersebut. Sementara admin yang mengeluarkan Humas tidak menyampaikan sepatah katapun. Sejumlah pihak berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi untuk ke depan dalam menunjuk seorang admin grup humas Polresta Cirebon yang memiliki kompetensi dan soliditas yang tinggi agar hubungan antara institusi kepolisian dan insan pers tetap berjalan harmonis dan profesional.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya prinsip transparansi dan keadilan dalam setiap kegiatan, terlebih yang melibatkan banyak pihak dan berpotensi menimbulkan persepsi publik.
Penulis : Sutari
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Buntut Kisruh Pembagian Parcel Tak Transparan, Humas Polresta Cirebon Dikeluarkan oleh Admin Grup












