
Global Expose TV Kabupaten Majalengka, Akan digelatlr pelaksanaan pemilihan kepala Desa (Pilkades) yang secara serentak, yang ada di Desa Ligung, Kecamatan Ligung, kabupaten majalengka, kini yang akan di laksanakan pada 27-5-2023, kini diduga bakal terancam gagal di laksanakan.
Karena menurut informasi yang di himpun global expose tv di lapangan menyebutkan, adanya kebutuhan biaya, yang sudah di ajukan oleh para pihak panitia pilkades, kepada BPD, dan juga kepada pemerintah Desa Ligung, sampai berita ini di terbitkan diduga masih belum juga dipenuhi.
Karena Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, jawa batat, yang Akan di melaksanakan langsung pilkaded secara serentak Pada 27-05-2023, Dalam Hal Ini untuk biyaya yang di ajukan oleh pihak panitia pilkades, kepada panitia, BPD, dan Pemdes Ligung, sampai saat ini diduga belum Juga terpunuhi, oleh kedua calon kades nya, karena anggaran tersebut itu yang sangat di perlukan biaya pilkades, hingga ini akan berdampak, dan bakal gagal terlaksana pemilihan pilkades.

karena tahapan demi tahapan pilkades pun sudah di mulai, namun nampak nya ada dudagaan tersendat, karena pilkades di Desa Ligung ini yang di ikuti oleh ,2 Kandidat Calon kepala desa, Yakni nomor urut 1 diraih oleh Maman Rukmana, dan nomor urut 2 di pegang oleh Tata Casmita, karena informasi yang di dapat, oleh global expos tv di lapangan, bahwa pilkades yang ada di Desa Ligung ini,
Mengandalkan anggaran, yang total nya mencapai 221 Juta, sedangkan anggaran Tersebut.
yang di Dapat dari APBD, kabupaten majalengka tersebut, Sebesar 40 Juta, APBDes nya hanya sebesar 20 Juta, sedangkan sisanya yang sebesar 161 juta, itu di anggarkan fari swadaya masyarakat, atau dana hibah dari masyarakat, bahkan sampai dengan hari minggu Ini 30-04-2023, dana hibah tersebut Yang di anggarkan sebesar 161 juta, dari pihak panitia pilkades, itu baru menerima sebesar 85,5 juta, sedangkan sisanya, yang sebesar 75,5 juta, sampai dengan hati minggu 30-04- 2023.
Belum juga masuk ke bendahara panitia pilkades, maka membuat para panitia Pilkades menjadi Was was, dan membuat panitia itu Ketar tetir terancam gagal dalam pilkades serentak karena terbentur biaya,” Katanya. (H Beny Sanuri)











