Global Expose TV Kabupaten Penajam Paser Utara – Dua peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (21/9/2026). Merespons laporan kebakaran, Polres PPU bersama tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk mencegah api meluas dan menekan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Dua lokasi yang terdampak karhutla masing-masing berada di Kelurahan Gunung Seteleng RT 06 dan Kelurahan Nenang RT 04. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel kepolisian, TNI, BPBD PPU, Damkar, serta Satpol PP.
Penanganan pertama berlangsung di Kelurahan Gunung Seteleng sekitar pukul 13.34 WITA. Begitu menerima informasi adanya kebakaran, personel Polres PPU bersama BPBD Kabupaten PPU, Damkar Penajam, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Satpol PP segera mendatangi lokasi.
Untuk memperkuat upaya pemadaman, Polres PPU mengerahkan personel Samapta piket Karhutla, KRYD Regu II, piket Pawas serta Kabag SDM. Dukungan peralatan turut diberikan melalui satu unit kendaraan AWC dan mobil barrier, yang bergerak bersama armada pemadam BPBD dan Damkar PPU.
Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 15.16 WITA. Kobaran api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam, sementara petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Adapun luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan. Sementara penyebab kebakaran masih dilakukan pendalaman oleh petugas terkait.
Belum selesai penanganan di lokasi pertama, tim gabungan kembali menerima laporan kebakaran lahan di Kelurahan Nenang RT 04. Sekitar pukul 16.26 WITA, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Di lokasi tersebut, personel kepolisian turut membantu BPBD dalam membuka jalur selang menuju titik api. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat distribusi air sehingga proses pemadaman dapat menjangkau area yang terbakar.
Berkat kerja sama seluruh unsur, kobaran api berhasil dikendalikan. Setelah api tidak lagi terlihat, petugas melanjutkan penyisiran dan pendinginan di area terdampak.
Hingga sekitar pukul 18.14 WITA, kebakaran di Kelurahan Nenang berhasil dipadamkan. Tim gabungan tetap melakukan pendinginan dan pengecekan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Luas lahan yang terdampak di lokasi kedua masih dalam proses penghitungan, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kabag SDM Polres PPU Adhi Apriliyan Setiawan, S.Sos., menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas sektor.
“Begitu informasi diterima, kami bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan penanganan. Tidak hanya pemadaman, personel juga membantu kebutuhan teknis di lapangan, mulai dari suplai air, pembukaan jalur selang, pemadaman hingga pendinginan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, BPBD, Damkar, TNI, Satpol PP, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah api berkembang lebih luas.
“Dengan respons yang cepat dan kerja sama yang solid, potensi api menjalar ke wilayah lain dapat ditekan,” tambahnya.
Polres PPU juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan.
Penanganan dua kejadian tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga wilayah PPU tetap aman dari ancaman karhutla. Kecepatan informasi, respons petugas, serta sinergi lintas instansi menjadi kunci untuk memastikan api dapat dikendalikan sebelum berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: Dua Karhutla Terjadi di Penajam, Polres PPU dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Kendalikan Api












