Groundbreaking Coal to Methanol di Kutim, Proyek Strategis Ditargetkan Produksi 2029

Selasa, 1 September 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Kutai Timur, BENGALON — Hilirisasi batu bara di Kabupaten Kutai Timur memasuki babak baru. Proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol atau Coal to Methanol yang digagas PT Bumi Etam Chemical (BEC) resmi memasuki tahap pembangunan setelah dilakukan groundbreaking di kawasan PT BCIP, Dusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Senin (31/8/2026).

Peresmian groundbreaking tersebut dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, jajaran TNI-Polri, serta manajemen PT BEC, PT KPC dan PT Arutmin Indonesia.

Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah turut hadir dalam momentum yang menjadi penanda dimulainya pembangunan salah satu proyek hilirisasi batu bara di daerah tersebut.

Proyek Coal to Methanol ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada tahap pertama, fasilitas tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 2 juta ton metanol per tahun atau 2,0 MTPA, berikut produk sampingnya.

Presiden Direktur PT Bumi Etam Chemical Rio Supin mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang program hilirisasi batu bara yang telah dipersiapkan sejak 2010.

PT BEC kemudian resmi dibentuk pada 2023 melalui kerja sama PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.

“Groundbreaking merupakan langkah awal dengan target komisioning pada 2029,” kata Rio dalam laporan proyeknya.

Serap Ribuan Tenaga Kerja

Kehadiran proyek tersebut diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Pada tahap konstruksi, proyek diperkirakan menyerap sekitar 2.000 pekerja. Sementara ketika memasuki tahap produksi, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan mencapai sekitar 700 karyawan.

Dari sisi investasi, proyek ini disebut membutuhkan dana sekitar Rp41 miliar. Pemerintah daerah berharap geliat pembangunan dapat menciptakan multiplier effect bagi masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan proyek.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan, pengembangan batu bara menjadi metanol merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Menurutnya, hilirisasi tidak sekadar mengubah bentuk komoditas, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat industri nasional melalui pemanfaatan teknologi pengolahan yang lebih maju.

Pengembangan teknologi tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya pengendalian emisi karbon dalam proses pemanfaatan batu bara.

Polres Kutim Siap Kawal Investasi

Di tengah dimulainya proyek strategis tersebut, aspek keamanan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah menegaskan, Polres Kutim siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal pembangunan proyek tersebut.

“Polres Kutai Timur siap bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan kegiatan pembangunan berjalan aman, tertib dan kondusif. Investasi dan pembangunan harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar lokasi proyek,” tegas Aryansyah.

Ia mengatakan, pengamanan akan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang mungkin muncul selama proses pembangunan.

Termasuk di antaranya persoalan lahan, lingkungan maupun ketenagakerjaan yang berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak dikelola secara baik.

“Yang paling penting adalah komunikasi dan koordinasi. Setiap potensi permasalahan harus dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme yang berlaku, sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan,” ujarnya.

Aryansyah juga mendorong seluruh pihak mengedepankan keterbukaan, komunikasi dan sinergi dalam setiap tahapan proyek. Menurutnya, pembangunan harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat di sekitar kawasan.

“Keamanan dan investasi harus berjalan bersama. Ketika situasi kondusif, pembangunan dapat berjalan optimal dan manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.

Tonggak Baru Hilirisasi Kutai Timur

Groundbreaking proyek Coal to Methanol ditandai dengan prosesi penekanan tombol sirine oleh pejabat yang hadir.

Momentum tersebut sekaligus menjadi tonggak baru bagi Kutai Timur dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam, dari sekadar daerah penghasil batu bara menuju kawasan yang memiliki aktivitas industri pengolahan dengan nilai tambah lebih tinggi.

Dengan target komisioning pada 2029, pembangunan proyek ini kini memasuki fase penting. Pemerintah, aparat keamanan, perusahaan dan masyarakat dituntut menjaga sinergi agar investasi strategis tersebut dapat berjalan aman, lancar dan memberikan manfaat nyata bagi daerah serta masyarakat Kutai Timur.

Facebook Comments Box

Penulis : S Bahri

Editor : Korwil Provinsi Kaltim

Sumber Berita: Groundbreaking Coal to Methanol di Kutim, Proyek Strategis Ditargetkan Produksi 2029

Berita Terkait

Revitalisasi SMAN 18 Padeglang
SDN Sukamulya 1
Polisi Diduga Tutup Mata, Massa Aksi Diserang di Capital Building Medan
TK Bunga Harapan
Salat Istisqa di Polres PPU, Tiga Pilar Satukan Doa dan Ikhtiar Hadapi Ancaman Karhutla
Tiga Pilar PPU Siaga Karhutla, Cegah Api Meluas di Tengah Ancaman Cuaca Kering
Kaliorang Bentuk Posko Siaga Karhutla, TNI-Polri dan Perusahaan Perkuat Sinergi
Cegah Bullying Sejak Dini, Polisi Sambangi SDN 003 Sangatta Utara
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:56 WIB

Revitalisasi SMAN 18 Padeglang

Minggu, 13 September 2026 - 15:18 WIB

SDN Sukamulya 1

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Polisi Diduga Tutup Mata, Massa Aksi Diserang di Capital Building Medan

Jumat, 11 September 2026 - 12:43 WIB

TK Bunga Harapan

Selasa, 1 September 2026 - 10:37 WIB

Salat Istisqa di Polres PPU, Tiga Pilar Satukan Doa dan Ikhtiar Hadapi Ancaman Karhutla

Berita Terbaru