Gunung Sinabung Level III Siaga, 176 Personel Polri Dikerahkan Lindungi Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV JAKARTA — Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang kini berstatus Level III (Siaga). Sebanyak 176 personel Polda Sumatera Utara disiagakan untuk memastikan keamanan, pelayanan, kesehatan, hingga dukungan evakuasi bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya.

Gunung Sinabung mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB. Menyikapi kondisi tersebut, Polri menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dengan memperkuat pengamanan kawasan rawan, pelayanan publik, pemantauan situasi, dukungan kesehatan, serta kesiapan menghadapi kemungkinan evakuasi.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, seluruh unsur akan terus berada di lapangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan secara optimal.

“Untuk menghindari jatuhnya korban luka dan jiwa, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengikuti setiap arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan, dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan pada 1 September 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, Gunung Sinabung masih menunjukkan aktivitas. Asap kawah berwarna putih hingga kelabu teramati dengan ketinggian sekitar 50–600 meter, sementara abu vulkanik bergerak ke arah timur–tenggara.

Aktivitas kegempaan juga tercatat berupa 9 kali gempa hembusan, 6 kali gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk memperkuat pengamanan, Polda Sumatera Utara mengerahkan 176 personel, terdiri dari 92 personel Brimob, 80 personel Samapta, dan 4 personel tim kesehatan.

Personel disebar di sejumlah titik strategis untuk mengamankan kawasan rawan, membantu mengatur mobilitas masyarakat, mendukung proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, sekaligus memastikan informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung diterima masyarakat secara cepat dan benar.

Kekuatan tersebut diperkuat sekitar 550 personel gabungan, yang terdiri atas 500 personel TNI dan 50 personel Pemerintah Kabupaten Karo. Seluruh unsur bergerak terpadu di bawah koordinasi pemerintah daerah dan instansi terkait.

Seiring status Gunung Sinabung berada pada Level III, radius aman ditetapkan hingga 6 kilometer dari pusat aktivitas gunung, sementara wilayah dengan risiko tinggi lontaran material berada di sekitar 3 kilometer.

Desa Payung dan Desa Kuta Tengah menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena berpotensi terdampak awan panas. Untuk mengantisipasi risiko terhadap masyarakat, kawasan Lau Kawar dan kebun anggur ditutup sementara.

Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait juga terus melakukan pemantauan serta sterilisasi kawasan yang berpotensi membahayakan. Masyarakat dilarang mendekati zona berbahaya, termasuk hanya untuk menyaksikan aktivitas gunung maupun mengambil gambar.

Tak hanya mengedepankan aspek pengamanan, penanganan dampak erupsi juga dilakukan secara terpadu. Sejumlah langkah telah disiapkan, mulai dari penyiraman wilayah terdampak abu vulkanik, pembagian 15.000 masker, peliburan sekolah selama dua hari di wilayah terdampak, pelayanan kesehatan, dapur lapangan, distribusi logistik dan kebutuhan dasar, penguatan posko terpadu, hingga kesiapan jalur dan kendaraan evakuasi.

Posko Terpadu Penanggulangan Bencana ditempatkan di Kantor Koramil 04/Simpang Empat. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan situasi, pelayanan masyarakat, pengelolaan informasi, serta pengendalian langkah penanganan apabila aktivitas Gunung Sinabung mengalami peningkatan.

Kesiapan jalur evakuasi, titik kumpul, lokasi pengungsian, tenaga kesehatan, kendaraan, logistik, dan kebutuhan dasar masyarakat diperiksa secara berkala. Sosialisasi juga terus dilakukan agar warga memahami langkah yang harus diambil ketika kondisi darurat terjadi.

Trunoyudo kembali mengingatkan masyarakat agar menjadikan informasi resmi PVMBG, pemerintah daerah, BPBD, dan petugas di lapangan sebagai rujukan utama.

“Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Jangan menyebarkan kabar yang dapat menimbulkan kepanikan. Ikuti arahan petugas dan segera bergerak menuju lokasi aman apabila terdapat perintah evakuasi,” tegasnya.

Polri juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya di wilayah yang terdampak abu vulkanik. Warga diminta membatasi aktivitas di ruang terbuka, menjaga kondisi kesehatan, serta segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya.

Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat erupsi Gunung Sinabung. Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan situasi di lapangan serta rekomendasi resmi PVMBG.

Kehadiran ratusan personel di lapangan menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memastikan bahwa dalam situasi bencana sekalipun, negara tetap hadir, masyarakat terlindungi, dan pelayanan publik tetap berjalan.

Facebook Comments Box

Penulis : S Bahri dan team

Editor : Korwil

Sumber Berita: Gunung Sinabung Level III Siaga, 176 Personel Polri Dikerahkan Lindungi Masyarakat

Berita Terkait

KRYD Polresta Balikpapan Diperkuat, Karhutla Diantisipasi dan Operasi Keselamatan 2026 Dimatangkan
Polwan dan Bhayangkari Kaltim Salurkan 200 Paket Gula, Wujud Kepedulian kepada Warga Prapatan
Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolsek Loa Janan Bawa Tumpeng HUT ke-81 TNI
Gerak Cepat Tim Respon Bencana Brimob Kaltim Amankan TKP Dugaan Orang Jatuh di Apartemen Borneo Bay
Polsek Teluk Pandan Pastikan Stok BBM Aman, Dua SPBU Dipantau Ketat
Usai Nobar Final Indonesia vs Thailand, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah di Tugu Tangan Gunung Pasir
HUT Ke-81 TNI di Makodam VI/Mulawarman, Soliditas TNI-Polri Makin Kokoh Jaga Kamtibmas
Tim Psikologi Polda Kaltim Uji Kesiapan Mental Personel Polres Berau, Pemegang Senpi Jadi Perhatian
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:28 WIB

KRYD Polresta Balikpapan Diperkuat, Karhutla Diantisipasi dan Operasi Keselamatan 2026 Dimatangkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Polwan dan Bhayangkari Kaltim Salurkan 200 Paket Gula, Wujud Kepedulian kepada Warga Prapatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Gerak Cepat Tim Respon Bencana Brimob Kaltim Amankan TKP Dugaan Orang Jatuh di Apartemen Borneo Bay

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Polsek Teluk Pandan Pastikan Stok BBM Aman, Dua SPBU Dipantau Ketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Usai Nobar Final Indonesia vs Thailand, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah di Tugu Tangan Gunung Pasir

Berita Terbaru