Global Expose TV Kota BALIKPAPAN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jaringan Anti Korupsi Nasional (JAKORNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyerukan penguatan integritas dan perlawanan terhadap praktik korupsi yang dinilai menjadi salah satu ancaman serius terhadap cita-cita kemerdekaan. Senin, 17/8/2026
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) JAKORNAS Kaltim, Saiful Bachri (Andre), menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara, pengibaran bendera, maupun seremoni tahunan. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui pemerintahan yang bersih, penegakan hukum yang adil, serta pengelolaan keuangan negara yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan adalah amanah untuk menghadirkan keadilan, kesejahteraan, kejujuran, dan kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Pernyataan tersebut disampaikan Saiful dalam pernyataan sikap DPW JAKORNAS Kaltim bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).
Korupsi, Ancaman Nyata di Era Kemerdekaan
Saiful menyebut, jika dahulu bangsa Indonesia berjuang melawan penjajahan secara fisik, maka tantangan bangsa saat ini hadir dalam bentuk yang berbeda.
Korupsi, penyalahgunaan kewenangan, kolusi, nepotisme, serta manipulasi kepentingan publik disebut sebagai bentuk ancaman yang dapat menggerogoti negara dari dalam.
“Korupsi bukan sekadar persoalan mengambil uang negara. Korupsi merampas hak rakyat, menghambat pembangunan, merusak kepercayaan publik, dan pada akhirnya mengkhianati semangat kemerdekaan itu sendiri.”
Menurutnya, setiap rupiah yang bersumber dari APBN maupun APBD merupakan uang rakyat. Karena itu, penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, moral, dan sosial.
JAKORNAS Kaltim pun meminta seluruh penyelenggara negara, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim maupun pemerintah kabupaten dan kota, serta lembaga legislatif untuk memperkuat prinsip transparansi, akuntabilitas dan keterbukaan dalam setiap proses pengambilan kebijakan serta pengelolaan anggaran.
Penegakan Hukum Jangan Pandang Bulu
Tidak hanya pemerintah, JAKORNAS Kaltim juga memberikan penekanan kepada aparat penegak hukum agar menjalankan tugas secara profesional dan independen.
Saiful menilai pemberantasan korupsi akan kehilangan makna apabila hukum hanya tajam kepada kelompok tertentu tetapi tumpul terhadap pihak yang memiliki kekuasaan maupun akses.
“Hukum harus berdiri tegak. Jangan ada hukum yang tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Jabatan, kekuasaan, maupun kedekatan tidak boleh menjadi tameng dari proses hukum.”
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis. Pengawasan publik, menurutnya, merupakan bagian penting dari upaya menciptakan pemerintahan yang bersih.
Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana kebijakan publik dibuat dan bagaimana anggaran negara maupun daerah digunakan.
“Pemberantasan korupsi bukan pekerjaan satu lembaga. Ini tanggung jawab bersama. Pemerintah harus terbuka, aparat harus profesional, dan masyarakat harus berani mengawasi.”
Kaltim Harus Menjadi Etalase Tata Kelola Bersih
Sebagai salah satu wilayah strategis dalam pembangunan nasional dan kawasan Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan standar tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
JAKORNAS Kaltim mendorong seluruh proyek dan program pembangunan di daerah tersebut dikawal secara transparan, mulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pengawasan.
“Kaltim tidak boleh hanya menjadi etalase pembangunan fisik. Kaltim juga harus menjadi etalase pemerintahan yang bersih, transparan dan berintegritas. Jangan sampai pembangunan yang megah justru dibayangi praktik korupsi.”
Saiful menegaskan, JAKORNAS Kaltim akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial dan mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kata dia, harus menjadi titik balik untuk memperkuat keberanian melawan korupsi dan membangun budaya integritas.
“Mari isi kemerdekaan dengan kejujuran. Lawan korupsi. Kawal anggaran rakyat. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu. Karena kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika rakyat merasakan keadilan dan kesejahteraan.”
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Penulis : S Bahri dan team
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: HUT Ke-81 RI, JAKORNAS Kaltim Tegaskan Korupsi Adalah Musuh Kemerdekaan












