Global Expose TV Kabupaten Kutai Timur, SANGKULIRANG – Ancaman kekeringan mulai berdampak terhadap produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Dari lahan jagung seluas 1 hektare milik PT Hanusentra Agro Lestari (HAL), hanya sekitar setengah hektare yang berhasil dipanen, sementara sisanya mengalami kematian tanaman akibat kondisi lahan yang kering.
Panen tersebut dilaksanakan bersama jajaran Polsek Sangkulirang dan PT HAL pada Selasa (8/9/2026). Dari sekitar 0,5 hektare lahan yang masih produktif, diperoleh hasil kurang lebih 11 karung jagung dengan total berat mencapai sekitar 500 kilogram.
Kegiatan panen bersama ini tidak sekadar menjadi momentum memetik hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan pihak perusahaan dalam mendukung sektor pertanian sekaligus memberikan edukasi kepada karyawan mengenai pengelolaan lahan pertanian.
Di tengah kondisi cuaca yang kering, hasil tersebut menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi petani maupun pengelola lahan. Separuh area tanaman jagung terpaksa tidak dapat dipanen karena tanaman mengalami kematian akibat kekurangan air.
Ps. Kanit Binmas Polsek Sangkulirang Aipda Eko Sasongko, mewakili Kapolsek Sangkulirang, bersama Bhabinkamtibmas Desa Pelawan Aiptu Yosep Bagus Patria dan Ps. Kanit SPKT Aipda Yudhi Dwi Candra turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dari pihak PT HAL hadir Humas Anis Tang, Mandor Wijianto, serta sejumlah staf dan karyawan perusahaan.
Kapolsek Sangkulirang IPTU Erik Bastian mengatakan, panen bersama tersebut merupakan bentuk nyata sinergi kepolisian dengan pihak perusahaan sekaligus menjadi sarana edukasi dan pendampingan di bidang pertanian.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum panen bersama, tetapi juga sebagai bentuk sinergi dan kedekatan Polri dengan pihak perusahaan serta memberikan edukasi kepada masyarakat dan karyawan terkait pertanian,” ujar IPTU Erik Bastian.
Menurutnya, kondisi kekeringan menjadi salah satu tantangan serius dalam pengelolaan lahan pertanian. Karena itu, diperlukan perhatian dan langkah bersama agar produktivitas lahan tetap dapat dipertahankan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung kegiatan pertanian serta mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat dan pihak perusahaan,” katanya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada proses penanaman dan pemeliharaan, tetapi juga sangat dipengaruhi kondisi lingkungan dan ketersediaan air. Sinergi lintas pihak dinilai penting untuk menghadapi tantangan tersebut agar potensi lahan pertanian tetap dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: Kekeringan Mengancam Panen Jagung, Polisi dan PT HAL Berhasil Panen 500 Kg di Sangkulirang












