Global Expose TV Kabupaten Cirebon – Meski Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi (KDM), mengeluarkan pernyataan melarang sekolah-sekolah di Jawa Barat mengadakan kegiatan study tour, SMPN 1 Plumbon tetap diduga menantang pernyataan KDM dengan akan tetap melaksanakan kegiatan tersebut. Namun, pihak sekolah menegaskan bahwa studi tour ini telah direncanakan jauh-jauh hari dan dilaksanakan sebelum KDM resmi dilantik sebagai gubernur.
Kepala SMPN 1 Plumbon, Asup Suparlan, menjelaskan bahwa program study tour yang dilaksanakan pada 19-21 Februari 2025 berjalan lancar tanpa kendala. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut sudah disepakati oleh siswa, wali murid, komite sekolah, dan pihak sekolah.
Terkait larangan yang disampaikan oleh KDM, Asup Suparlan menilai bahwa saat studi tour berlangsung, KDM belum resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. “Saya siap bertanggung jawab sepenuhnya. Saat kami melaksanakan studi tour, KDM belum dilantik. Jadi, kami tidak melanggar regulasi yang ada. Jika setelah pelantikan KDM melarang dan kami tetap melaksanakan, tentu kami yang salah,” ujarnya.
Asup juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti aturan resmi yang dikeluarkan setelah KDM dilantik pada 20 Februari 2025. “Jika setelah dilantik ada aturan resmi melarang study tour atau kegiatan lainnya seperti renang, tentu kami siap menaati dan mengikuti imbauan tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, awak media mencoba menghubungi Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ade Kandar, untuk meminta tanggapannya terkait studi tour di SMPN 1 Plumbon. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan respons.
Penulis : M Riyan
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Kepala SMPN 1 Plumbon: Studi Tour Dilaksanakan Sebelum Gubernur Jabar Dilantik Dan Diduga Tantang KDM












