Global Expose TV Kabupaten Cirebon – Ribuan warga memadati jalan-jalan di sekitar Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, pada tanggal 21 September 2024. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan acara utama dalam rangkaian Ngunjung Buyut Pengampon “Nyi Endang Geulis,” yang dikenal dengan istilah “Mider Buyut.” Acara tahunan ini menjadi daya tarik utama, dengan ribuan orang berkumpul untuk melihat arak-arakan benda-benda pusaka yang diarak keliling desa.

Amin Setiadi, atau yang lebih akrab disapa Kang Amin, menjelaskan bahwa Mider Buyut merupakan tradisi sakral yang telah dilaksanakan turun-temurun. Acara ini mengarak pusaka desa (Panjag Jimat Desa Danawinangun) yang dahulu merupakan tanah Pengampon, kini menjadi Desa Danawinangun. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menghormati jasa Buyut Nyi Endang Geulis yang dikenal melindungi dan mengobati warga saat terjadi wabah penyakit, atau yang dalam bahasa Cirebon dikenal dengan “Panggebug.”
Kang Amin menambahkan bahwa Buyut Nyi Endang Geulis juga merupakan sosok penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah tersebut. Karena itulah, acara Mider Buyut memiliki makna spiritual dan budaya yang mendalam bagi masyarakat setempat.
Namun, Kang Amin menyampaikan keprihatinannya terkait minimnya perhatian dari pemerintah daerah, terutama dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon. Tradisi Mider Buyut hingga kini masih dilaksanakan atas inisiatif masyarakat dan bantuan dari para donatur. Kang Amin berharap adanya dukungan yang lebih besar dari pemerintah untuk melestarikan budaya lokal ini, agar tradisi yang sarat nilai luhur tidak punah di masa mendatang.
“Kami berharap agar pelestarian budaya ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan dinas terkait, karena hingga kini semuanya masih bersumber dari swadaya murni masyarakat,” pungkas Kang Amin.
Penulis : Wastijah Dau
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Mider Buyut "Nyi Endang Geulis" di Cirebon Jadi Magnet Ribuan Warga












