Global Expose TV Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim-Keberadaan perpustakaan ada dua fungsi, karena perpustakaan merupakan sub bidang pendidikan, maka menjadi wajib bagi negara sehingga berdirilah perpustakaan, di pemerintahan ada pertimbangan-pertimbangan sehingga keberadaan perpustakaan menjadi penting sekali.
Hal ini diungkap Kepala Perpustakaan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Marjani saat dijumpai di ruang kerjanya Rabu (21/2).

“Sesuai fugsinya bagai mana manfaat perpustakaan bagi masyarakat, atau manusia secara umum, terhadap para pegawai dan sebagainya, ketika dipertanyakan apakah keberadaan perpustakaan masih eksis?, jawababannya iya, namun minat baca di masyarakat masih rendah,” ungkap Marjani.
Dikatakannya, kendati demikian, keberadaan perpustakaan merupakan perkara wajib sehingga dinilai secara berjenjang yang menilai adalah perpustakaan Nasional Republik Indonesia, sehingga dalam setahun Perpustakaan Kabupaten PPU minimal dua kali didatangi oleh pejabat lembaga perpustakaan nasional RI.

Ketika dievaluasi, pihak Perpustakaan Kabupaten PPU membrikan pejelasan bahwa minat baca di 2023 masih berada di 25 persen, yang seharusnya berada pada 65 persen, ini akumulasi yang sangat rendah sekali, sehingga Marjani mengambarkan apa jadinya jika kedepannya jusru lebih menurun lagi.
Terkait dengan digitalisasi, media sosial dan sebaginya, menurutnya memang data konkritnya keterkaitan setelah adanya media sosial dan elektronik, soal itu kata dia pihaknya tak punya hak secara umum, digitalisasi di medsos itu tidak bisa dibendung dan tak bisa dihentikan sehingga lahirlah sebuah program di perpustakaan ini, berupa perpustakaan elektronik dan perpustakaan digital disebut Digital Library, elektronik Library dan sebagainya.

Digital Library dan elektronic library sebenarnya sudah ada, Marjani menyebut meskipun program itu dicanangkan bukan pada saat dirinya menjabat ketika itu namun masih jauh dari harapan, sebagai contoh di Taman Rozeline itu ada dari pusat namanya Pojok Membaca Digital (Pocadi), ia mengaku kurang begitu paham mengapa Pocadi itu harus di taman Rozeline saja.
Karena kata dia yang namanya digital itu bisa di akses mana mana, jika ingin mengakses pocadi maka harus datang ke rozeline, spsifikasi ini menurutnya masih jauh dikalahkan oleh kemampuan Hand phone, oleh karena itu lanjutnya, pihaknya telah mewacanakan hal ini dengan Pj bupati, karena yang namanya digital itu harus lengkap.

Dijelaskannya Perpustakaan Daerah Kabupaten PPU saat ini telah menyediakan buku-buku yang berkaitan dengan dunia pendidikan, yaitu buku buku sekolah dan non sekolah, karena berdekatan degan sekolah Perpus tersebut juga menyediakan buku buku yang dapat dibaca oleh siswa, bukan hanya itu Perpus juga melengkapi pelayanannya dengan menyediakan Home Theater lengkap dengan sound systemnya yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh siswa SLTA, Perpus Kabupaten PPU juga membina sejumlah perpustakaan se Kabupaten PPU baik itu perpustakaan sekolah, perkantoran, desa/kelurahan, bahkan perpustakaan perusahaan.
“Kita memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan karena kita mendapat tanggung jawab standard nasional, itu yang harus kita sampaikan, terkait dengan jenis bukunya sekalipun tidak menyeluruh namun ada banyak jenis buku yang dapat dibaca. Mulai dari pelajaran sekolah, non sekolah, motifasi, tentang kesehatan, keagamaan, pengetahuan umum, sosial, ekonomi ada semua namun yang belum ditemukan adalah tentang bisnis moderen,” ungkapnya.

“Untuk mendukung kemajuan perpustakaan masih menunggu dana penunjang untuk pembangunan Perkantoran, karena yang ada saat ini belum merupakan perkantoran tapi masih merupakan gedung layanan perpustakaan,” ujarnya.
Penulis : Edison Jalal/Islandar
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Kapus Perpustakaan Kabupaten Penajam Paser Utara












