Global Expose TV Pandeglang, Banten — Dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan Presiden Republik Indonesia sekaligus menyukseskan agenda Panen Raya Indonesia, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, menggelar kegiatan Jumiting di Kantor BPP Kecamatan Sindangresmi, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan Jumiting tersebut dihadiri oleh Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Kecamatan Sindangresmi, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Gapoktan dan kelompok tani se-Kecamatan Sindangresmi. Forum ini menjadi sarana strategis untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sindangresmi.
Korluh BPP Kecamatan Sindangresmi, Rahmat Sumantri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Jumiting memiliki peran penting sebagai momentum evaluasi program pertanian sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Melalui kegiatan Jumiting ini, kami berharap seluruh penyuluh dan kelompok tani semakin solid, aktif, dan berkomitmen dalam mendukung program swasembada pangan Presiden RI. Sinergi antara BPP, PPL, Gapoktan, dan petani merupakan kunci utama keberhasilan sektor pertanian di Kecamatan Sindangresmi,” ujar Rahmat Sumantri.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan kepada petani, mulai dari pengolahan lahan yang tepat, penggunaan benih unggul, penerapan teknologi pertanian, hingga pengendalian hama dan upaya peningkatan hasil panen.
Sementara itu, para perwakilan Gapoktan dan kelompok tani menyambut baik pelaksanaan Jumiting tersebut. Mereka menilai kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai ruang dialog langsung untuk menyampaikan berbagai kendala di lapangan sekaligus mencari solusi bersama dengan para penyuluh pertanian.
Dengan terselenggaranya kegiatan Jumiting ini, BPP Kecamatan Sindangresmi menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung program nasional swasembada pangan, guna meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Penulis : Iwan kejes












