Global Expose TV Kota Balikpapan — Satuan Brimob Polda Kaltim menyiagakan pengamanan berlapis jelang aksi unjuk rasa yang akan digelar Selasa (21/4) di Samarinda, tepatnya di depan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
Sebanyak 6 SSK Pasukan Huru-Hara (PHH), 2 unit tim escape, serta 1 SST tim drone dan anti-drone dikerahkan, didukung kendaraan taktis (rantis) untuk mengantisipasi potensi eskalasi situasi. Sebagai penguatan awal, 3 SSK personel telah lebih dulu diberangkatkan dari Balikpapan menuju Samarinda untuk mengamankan titik-titik vital.
Aksi yang diinisiasi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim tersebut mengusung tuntutan penolakan praktik KKN serta mendesak audit menyeluruh terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol. Andy Rifai, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan profesional dan terukur. Ia memastikan personel tetap mengedepankan sikap humanis tanpa mengabaikan ketegasan sesuai prosedur.
“Pengamanan ini bertujuan menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib. Seluruh personel sudah diinstruksikan untuk bertindak sesuai SOP,” ujarnya.
Selain kekuatan di darat, Brimob juga memaksimalkan pengawasan udara. Kabagops Satbrimob, AKP Nugroho Widihyanto, menyebut teknologi anti-drone menjadi salah satu kunci dalam mencegah potensi gangguan.
“Penggunaan drone dan anti-drone kami optimalkan untuk memastikan ruang udara steril dari ancaman yang dapat memicu kericuhan. Keamanan seluruh pihak menjadi prioritas,” katanya.
Langkah ini menunjukkan kesiapan aparat dalam mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif, sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan baik dari darat maupun udara.
Penulis : Samsul bahri
Editor : Korwil PROV Kaltim
Sumber Berita: Pengamanan Demo di Samarinda Diperketat, Brimob Kaltim Turunkan Pasukan dan Teknologi Anti-Drone












