Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla, Polda Kaltim Ikuti Pengecekan Terpadu Bersama TNI dan Stakeholder

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kota BALIKPAPAN – Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang semakin kering, Polda Kalimantan Timur memperkuat sinergi lintas sektor bersama TNI, BNPB, BPBD, BMKG, Otorita IKN dan sejumlah stakeholder terkait.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengecekan terpadu penanganan karhutla yang digelar secara virtual conference (Vicon) di Aula Base Ops Lanud Dhomber, Sepinggan, Balikpapan, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA itu dipimpin Wakil Panglima TNI dan Dankorbrimob Polri serta diikuti jajaran TNI-Polri dan stakeholder terkait dari berbagai wilayah.

Dari Polda Kaltim hadir Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol. Aloysius Suprijadi, S.I.K., M.H., M.Han., Karo Ops Polda Kaltim Kombes Pol. Dedi Suryadi, S.I.K., M.Han., Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltim.

Turut hadir Danmen I Gegana Pas Brimob II Kombes Pol. Agung Danargito, S.I.K., M.Si., Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol. Arman, S.I.K., M.Si., Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., Kabid Dokkes Polda Kaltim Kombes Pol. dr. Mardi Sudarman, M.M., dan Kabid TIK Polda Kaltim Kombes Pol. Chandra Hermawan, S.H., S.I.K., M.H.

Dalam pengecekan tersebut, Karo Ops Polda Kaltim memaparkan perkembangan terkini situasi karhutla di wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan pemantauan hingga 21 Agustus 2026, sejumlah wilayah masih menjadi perhatian, dengan Kabupaten Berau tercatat sebagai daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, disusul Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur dan Paser.

Data aplikasi Lembuswana Hotspot menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 21 Agustus 2026 terdapat ribuan titik hotspot yang terdeteksi. Namun, sebagian besar di antaranya berasal dari aktivitas pertambangan batubara dan flare gas industri. Sementara hotspot yang berkaitan dengan kawasan hutan dan perkebunan berada pada jumlah yang lebih kecil.

Untuk hotspot karhutla riil, tercatat sebanyak 1.703 titik dengan dampak luasan mencapai sekitar 963,5 hektare.

Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan jumlah titik dan luasan terdampak tertinggi, kemudian diikuti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur dan Paser.

Meski tren hotspot menunjukkan peningkatan, kondisi penanganan di lapangan masih berada dalam tahap siaga dan secara umum dapat dikendalikan. Polda Kaltim bersama seluruh unsur terkait terus mengintensifkan pemantauan, patroli dan respons cepat terhadap setiap kemunculan titik api.

Tidak hanya mengandalkan langkah pemadaman, Polda Kaltim juga menempatkan penegakan hukum sebagai bagian penting dalam penanganan karhutla. Terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara melawan hukum, proses hukum tetap dilakukan secara tegas dan profesional.

Sepanjang 2026, jajaran Polda Kaltim telah menangani sejumlah perkara karhutla. Salah satunya berada di Kabupaten Berau, dengan penetapan tersangka dalam dugaan pembakaran lahan seluas 12 hektare di Pulau Derawan.

Untuk memperkuat respons menghadapi potensi bencana, Polda Kaltim juga mengoperasikan Operasi Aman Nusa II 2026. Operasi tersebut melibatkan sebanyak 1.545 personel yang tergabung dalam enam satuan tugas, meliputi pencarian dan pertolongan, pengungsian dan perlindungan, kesehatan, penyelidikan dan penyidikan, humas serta bantuan operasi.

Sementara itu, BNPB dan BPBD Kaltim turut memaparkan perkembangan situasi serta strategi penanggulangan bencana.

Berdasarkan data BPBD Kaltim per 20 Agustus 2026, tercatat 1.004 titik hotspot dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Berau dan Kutai Timur. Sepanjang tahun berjalan juga tercatat 397 kejadian karhutla dengan total luasan mencapai 985,80 hektare.

Peningkatan kejadian karhutla terlihat cukup signifikan pada periode Agustus 2026. Dari total kejadian sepanjang tahun, sebanyak 273 kejadian dengan luasan 752,82 hektare terjadi pada periode Januari hingga Agustus.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius seiring meningkatnya kondisi kering pada musim kemarau.

Hasil pemantauan BMKG juga menunjukkan adanya fenomena El Niño sangat kuat yang menyebabkan massa udara yang melintasi wilayah Kalimantan cenderung lebih kering. Prakiraan curah hujan Dasarian III Agustus 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur berada pada kategori rendah.

Situasi tersebut membuat potensi karhutla masih cukup tinggi sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh unsur harus terus ditingkatkan.

Dari unsur TNI, ribuan personel beserta sarana dan prasarana pendukung juga disiagakan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Kekuatan tersebut didukung berbagai peralatan operasional, mulai dari kendaraan pemadam, ambulans, kendaraan patroli, truk tangki air, peralatan kesehatan lapangan hingga perlengkapan pendukung lainnya yang ditempatkan di sejumlah wilayah rawan.

Langkah mitigasi juga dilakukan dari udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

Otorita IKN bersama unsur terkait menyiapkan pesawat Casa A-2105 dengan bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 8.000 kilogram untuk mendukung pelaksanaan cloud seeding. Operasi tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan teknis.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.

“Polda Kaltim bersama TNI, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, BMKG, Otorita IKN dan seluruh stakeholder terus memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi karhutla. Pencegahan menjadi langkah utama, namun terhadap setiap pelanggaran yang menyebabkan kebakaran lahan, proses penegakan hukum akan tetap dilakukan secara tegas dan profesional,” ujar Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi.

Ia menambahkan, masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya maupun meluasnya karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Dengan kondisi cuaca yang cenderung kering akibat fenomena El Niño, kewaspadaan harus ditingkatkan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan prinsip zero burning dan bersama-sama menjaga lingkungan agar potensi karhutla dapat ditekan,” tambahnya.

Melalui pengecekan terpadu tersebut, seluruh unsur terkait memastikan kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana, sistem koordinasi serta mekanisme respons cepat terus diperkuat.

Sinergi lintas instansi menjadi kunci untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat dideteksi sedini mungkin, ditangani secara cepat dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Polda Kaltim bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan serta menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang menjadi penyebab karhutla.

Facebook Comments Box

Penulis : S Bahri

Editor : Korwil Provinsi Kaltim

Sumber Berita: Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla, Polda Kaltim Ikuti Pengecekan Terpadu Bersama TNI dan Stakeholder

Berita Terkait

KRYD Polresta Balikpapan Diperkuat, Karhutla Diantisipasi dan Operasi Keselamatan 2026 Dimatangkan
Polwan dan Bhayangkari Kaltim Salurkan 200 Paket Gula, Wujud Kepedulian kepada Warga Prapatan
Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolsek Loa Janan Bawa Tumpeng HUT ke-81 TNI
Gerak Cepat Tim Respon Bencana Brimob Kaltim Amankan TKP Dugaan Orang Jatuh di Apartemen Borneo Bay
Polsek Teluk Pandan Pastikan Stok BBM Aman, Dua SPBU Dipantau Ketat
Usai Nobar Final Indonesia vs Thailand, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah di Tugu Tangan Gunung Pasir
HUT Ke-81 TNI di Makodam VI/Mulawarman, Soliditas TNI-Polri Makin Kokoh Jaga Kamtibmas
Tim Psikologi Polda Kaltim Uji Kesiapan Mental Personel Polres Berau, Pemegang Senpi Jadi Perhatian
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:28 WIB

KRYD Polresta Balikpapan Diperkuat, Karhutla Diantisipasi dan Operasi Keselamatan 2026 Dimatangkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Polwan dan Bhayangkari Kaltim Salurkan 200 Paket Gula, Wujud Kepedulian kepada Warga Prapatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Gerak Cepat Tim Respon Bencana Brimob Kaltim Amankan TKP Dugaan Orang Jatuh di Apartemen Borneo Bay

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Polsek Teluk Pandan Pastikan Stok BBM Aman, Dua SPBU Dipantau Ketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Usai Nobar Final Indonesia vs Thailand, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah di Tugu Tangan Gunung Pasir

Berita Terbaru