Personel Terbatas, Tantangan Besar: Kapolres Probolinggo Rangkul PKDI Kawal Pilkades Serentak 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur – Kamis 24 September 2026. Di tengah keterbatasan personel yang hanya sepertiga dari kekuatan ideal, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar memilih langkah progresif: merangkul Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) sebagai mitra strategis pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027.

Strategi kolaboratif itu ditegaskan dalam silaturahmi bersama pengurus dan anggota PKDI Kabupaten Probolinggo, Kamis (24/9/2026). Forum tersebut menjadi konsolidasi awal untuk memetakan kerawanan dan membangun sistem deteksi dini berbasis desa.

“Pengamanan Pilkades idealnya disiapkan enam bulan sebelum tahapan. Namun akan jauh lebih baik jika kita mulai lebih awal. Pertanyaannya, bagaimana kita membangun komunikasi yang solid untuk mengawal Pilkades serentak 2027 nanti?” ujar AKBP Asmida membuka pertemuan.

Jebolan Akpol yang baru dua bulan memimpin Polres Probolinggo itu tidak menutupi realitas di lapangan. Ia secara terbuka mengungkap defisit personel, baik berseragam maupun non-seragam, yang berdampak pada kekuatan pengamanan di tingkat Polsek.

Kondisi tersebut, menurutnya, tidak dapat diatasi dengan sekadar memindahkan personel dari satu Polsek ke Polsek lain. Kebijakan rotasi hanya akan menciptakan kekosongan baru di wilayah yang ditinggalkan.

“Dengan kekuatan yang ada, mampukah kita mengamankan Pilkades secara maksimal? Tentu tidak bisa sendiri. Kita butuh solusi kolektif. Karena itu kami mohon dukungan penuh dari rekan-rekan kepala desa agar kamtibmas tetap terjaga,” tegasnya.

Bagi Asmida, keamanan bukan sekadar urusan kepolisian. Ia adalah fondasi utama yang menopang seluruh sendi pembangunan, dari ekonomi hingga pendidikan.

“Jika wilayah tidak aman, ekonomi akan terganggu. Jika ekonomi terganggu, dampaknya generasi muda tidak bisa mengenyam pendidikan dengan baik. Kita tidak ingin Probolinggo terjun ke bawah. Kita ingin mewujudkan Probolinggo yang SAE,” tandasnya.

Ia juga menggarisbawahi karakteristik Pilkades yang rawan konflik horizontal. Pertarungan kandidat yang bersentuhan langsung dengan ikatan emosional dan kekerabatan di akar rumput, sangat rentan memicu gesekan sosial jika tidak dikelola dengan komunikasi yang intens.

“Yang kita kedepankan saat ini adalah bagaimana bersama masyarakat, khususnya para kepala desa, mencari solusi bersama dan mendeteksi potensi masalah sejak dini, termasuk dalam persiapan Pilkades tahun depan,” jelasnya.

Ajakan kolaborasi itu disambut solid oleh Ketua PKDI Kabupaten Probolinggo, Sanimo. Ia menegaskan, kepala desa memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga kondusivitas wilayah.

“Kerja sama ini menjadi kunci. Harapannya kita bisa terus bekerja sama dan sama-sama bekerja menciptakan Kabupaten Probolinggo yang lebih kondusif,” ujar Sanimo.

Sanimo mengakui, beban moral menjaga keamanan juga dipikul pemerintah desa. Setiap gangguan kamtibmas, seperti kasus pembegalan, tidak hanya menyeret institusi Polri dalam sorotan publik, tetapi juga kredibilitas kepala desa.

“Kalau terjadi pembegalan, bukan hanya polisi yang dicaci. Kami sebagai kepala desa juga ikut disorot. Kami dianggap tidak melakukan patroli dan abai menjaga warga,” ungkapnya blak-blakan.

Oleh karena itu, PKDI menyatakan kesiapan penuh menjadi perpanjangan mata dan telinga kepolisian di tingkat desa.

“Jika polisi menjadi bemper depan, maka kami, masyarakat dan kepala desa, siap menjadi bemper belakang. Kami siap bergerak bersama mengamankan Kabupaten Probolinggo,” tegas Sanimo.

Lebih jauh, ia menekankan sinergi ini tidak boleh bersifat temporer dan hanya muncul menjelang Pilkades. Kolaborasi harus berkelanjutan untuk mengawal program-program strategis pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun daerah di bawah kepemimpinan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kapolres, Kapolsek, dan seluruh anggota juga manusia yang butuh waktu untuk bekerja dan beristirahat. Jika kemitraan ini terjalin baik, insyaallah Probolinggo akan benar-

Facebook Comments Box

Penulis : Abdul Hadi

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Personel Terbatas, Tantangan Besar: Kapolres Probolinggo Rangkul PKDI Kawal Pilkades Serentak 2027

Berita Terkait

Kompak Dan Bugar, Polres Probolinggo Gelar Olahraga Bersama di HUT Lantas Ke – 71
Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton:Keamanan Obvitnas Tanggung Jawab Bersama
Ribuan Warga Tiris Padati Kadisah Wujud Syukur Di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW
Warga Risih dan Pengendara Terganggu, Dump Truck Tronton Lalu Lalang di Jalan Kelas lll Berdampak Pada Kerusakan Jalan
VIRAL…!!! Penangkapan Oknum KADES Ranugedang Oleh Anggota POLRES Probolinggo Bersama 4 Orang lainnya di duga Pakai Narkoba
Selamat Dan sukses Atas terpilihnya Samsudin,SH sebagai presiden LSM LIRA 2027 – 2032
Pengukuhan dan Pelantikan Ketua Serta Pengurus TP PKK Desa Bulang
AKP. Safiq Jundhira Dapat Amanah Baru di Magetan, AKP Ali Rifqi Mubarok Nahkodai Satlantas Polres Probolinggo
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:59 WIB

Personel Terbatas, Tantangan Besar: Kapolres Probolinggo Rangkul PKDI Kawal Pilkades Serentak 2027

Jumat, 18 September 2026 - 13:54 WIB

Kompak Dan Bugar, Polres Probolinggo Gelar Olahraga Bersama di HUT Lantas Ke – 71

Jumat, 11 September 2026 - 12:18 WIB

Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton:Keamanan Obvitnas Tanggung Jawab Bersama

Selasa, 1 September 2026 - 19:22 WIB

Ribuan Warga Tiris Padati Kadisah Wujud Syukur Di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Warga Risih dan Pengendara Terganggu, Dump Truck Tronton Lalu Lalang di Jalan Kelas lll Berdampak Pada Kerusakan Jalan

Berita Terbaru