Global Expose TV Kabupaten KUTAI BARAT – Polres Kutai Barat memperkuat edukasi hukum dan pembentukan karakter generasi muda melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di Pondok Pesantren Salsabila, Kelurahan Simpang Raya, Kabupaten Kutai Barat, Senin (26/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapat pembekalan mengenai pencegahan perundungan (bullying), tertib berlalu lintas, hingga kewaspadaan terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.00 WITA itu dipimpin Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., didampingi Kasat Intelkam AKP Andi Ahmad, S.H., dan Kasat Binmas IPTU H. Syamsul Hadi. Turut hadir Kepala Sekolah Ustaz Harmoko, S.Pd., para guru, serta sekitar 30 santri Pondok Pesantren Salsabila.
Dalam arahannya, Wakapolres menegaskan bahwa lingkungan sekolah dan pondok pesantren harus menjadi ruang yang aman bagi para pelajar untuk menimba ilmu, membangun karakter, dan meraih cita-cita. Karena itu, tindakan perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal sepele atau sekadar bahan candaan.
Para santri didorong untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani mengambil sikap ketika menyaksikan tindakan perundungan. Mereka juga diimbau tidak takut melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau pihak yang berwenang agar dapat segera ditangani.
Selain pencegahan bullying, perhatian juga diarahkan pada keselamatan berlalu lintas. Seiring pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026, Wakapolres mengingatkan para guru dan santri yang menggunakan kendaraan bermotor agar disiplin mematuhi aturan lalu lintas.
Pelanggaran berisiko tinggi, seperti melawan arus dan menggunakan telepon genggam saat berkendara, menjadi perhatian dalam penyampaian materi tersebut. Kesadaran berlalu lintas, menurut pesan yang disampaikan, perlu dibangun sebagai kebiasaan untuk melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, para santri juga diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap kabar yang beredar di media sosial. Mereka diminta membaca informasi secara utuh, memeriksa kredibilitas sumber, serta memastikan kebenaran berita sebelum membagikannya kepada orang lain.
Kepedulian terhadap sesama turut menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut. Para santri dan tenaga pendidik diimbau lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama apabila menemukan orang yang membutuhkan pertolongan atau diduga menjadi korban suatu tindak kejahatan. Situasi demikian perlu ditindaklanjuti dengan melapor kepada pihak terkait, bukan dibiarkan tanpa perhatian.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta penyampaian saran dan masukan dari pihak pondok pesantren kepada jajaran Polres Kutai Barat. Dialog ini menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, serta perlindungan para pelajar.
Melalui program Polidik, Polres Kutai Barat berupaya memperkuat pemahaman hukum sejak dini sekaligus mendorong terbentuknya generasi muda yang disiplin, bijak dalam bermedia digital, peduli terhadap sesama, dan berani menolak perilaku yang merugikan orang lain.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 11.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: Polres Kutai Barat Edukasi Santri Ponpes Salsabila, Tekankan Bahaya Bullying hingga Hoaks












