Global Expose TV Kota Samarinda – Komitmen menjaga Kalimantan Timur dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah potensi dampak fenomena El Nino terus diperkuat. Polresta Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pencegahan Karhutla dan Antisipasi Fenomena El Nino yang digelar Polda Kalimantan Timur secara hybrid, Selasa (4/8/2026), sebagai langkah strategis membangun kesiapsiagaan terpadu menghadapi musim kemarau.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rupatama Lantai 2 Polresta Samarinda tersebut dipimpin secara daring oleh Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan mewakili Pangdam VI/Mulawarman, serta diikuti jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur.
Di tingkat Kota Samarinda, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar memimpin langsung keikutsertaan jajaran Polresta bersama unsur Forkopimda, TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Kejaksaan, Dinas Perkebunan, Basarnas, serta instansi teknis lainnya sebagai wujud sinergi menghadapi potensi bencana Karhutla.
Dalam arahannya, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam menghadapi ancaman Karhutla. Berdasarkan data Aplikasi Lembuswana Polda Kaltim, selama Semester I Tahun 2026 tercatat 974 titik hotspot di wilayah Kalimantan Timur, sementara pada hari pelaksanaan Rakorda terdeteksi 54 titik hotspot yang tersebar di Kabupaten Kutai Timur, Berau, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat.
Kapolda menekankan seluruh stakeholder tidak boleh menunggu munculnya api untuk bertindak. Deteksi dini, patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, hingga kesiapan personel dan sarana pendukung harus dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan.
“Jangan sampai fenomena El Nino menciptakan perfect storm, yakni kondisi ketika berbagai faktor negatif berkumpul dan memicu bencana yang lebih besar. Pencegahan harus menjadi budaya kerja seluruh unsur,” tegas Kapolda.
Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan yang membacakan amanat Pangdam VI/Mulawarman menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung pengendalian Karhutla melalui patroli terpadu, pemantauan kawasan rawan, pengerahan personel, serta respons cepat apabila terjadi kebakaran.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak hanya meningkatkan risiko Karhutla, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi. Karena itu, seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat diminta memperkuat kolaborasi dalam mitigasi bencana.
Dalam sesi pemaparan daerah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan bahwa selama Juli hingga awal Agustus 2026 terdapat delapan kejadian kebakaran lahan di wilayah hukum Polresta Samarinda. Sebagian besar terjadi di kawasan pinggiran kota seperti Palaran, Samarinda Ulu, Sungai Pinang, dan Samarinda Utara.
“Hasil penyelidikan di lapangan menunjukkan mayoritas kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah maupun pembersihan lahan yang dilakukan tanpa pengawasan. Namun terdapat pula lokasi yang masih didalami karena diduga mengandung unsur kesengajaan,” ungkap Kapolresta.
Menghadapi potensi peningkatan kebakaran pada puncak musim kemarau, Polresta Samarinda akan mengintensifkan patroli gabungan bersama TNI, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran, memperluas edukasi kepada masyarakat dan kelompok tani, serta melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap pelaku pembakaran lahan yang melanggar ketentuan.
Rakorda juga diisi dengan penayangan Realtime Hotspot Monitoring melalui Aplikasi Lembuswana Polda Kaltim serta pemaparan teknis dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, BPBD Provinsi Kalimantan Timur, dan Basarnas mengenai strategi mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons cepat dalam penanggulangan Karhutla.
Melalui Rakorda ini, Polresta Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dideteksi sejak dini, dicegah secara maksimal, serta ditangani secara cepat, tepat, dan terpadu demi menjaga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Timur.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: POLRESTA SAMARINDA PERKUAT KESIAPSIAGAAN HADAPI EL NINO, SATUKAN KEKUATAN LINTAS SEKTOR CEGAH KARHUTLA












