Proyek Rehabilitasi JUT di Desa Pasekan TuaiProyek Rehabilitasi JUT di Desa Pasekan Tuai Kritikan Aktivis Indramayu

Minggu, 10 September 2023 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Indramayu – Salah seorang aktivis di Indramayu dibuat geram atas adanya rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Pasekan Kecamatan Pasekan. Bagaimana tidak, proyek yang sudah berjalan selama 10 hari itu tanpa ada papan informasi kegiatan.

Informasi ini terungkap oleh salah seorang pekerja di proyek JUT di Desa Pasekan, pada Jum’at (08/09/2023). Ia menuturkan, selama 10 hari dirinya bekerja di proyek tersebut memang tidak pernah melihat adanya papan informasi yang terpasang dilokasi kegiatan.

“Proyek ini dimulai 10 hari yang lalu, kalau papan informasi mah saya tidak tahu.”Ujar seorang pekerja, kepada tim media

Sosok aktivis di Indramayu yang akrab di sapa Kang Dul, kepada Jabar.dailypost.id, mengatakan ketika pihak kontraktor tidak memasang papan informasi kegiatan, hal itu bisa di simpulkan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

Kang Dul menambahkan, semestinya papan informasi kegiatan tersebut di pasang ketika proyek itu mulai dilaksanakan. Hal itu sebagai bentuk transparansi kepada publik, mengingat anggaran yang digunakan pada proyek tersebut bersumber dari negara.

Sekedar mengingat, dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap bangunan fisik yang dibiayai oleh Negara wajib memasang papan nama proyek.

Papan nama penting sebagai sarana masyarakat mengetahui jenis kegiatan proyek, besarnya anggaran, asal usul anggaran (APBD/APBN), nama kontraktor, tenggat waktu pelaksanaan kegiatan dan perawatan.

Papan nama proyek juga sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut melakukan pengawasan dan pencegahan terjadinya pencurian uang rakyat.

Dilain sisi, mengenai spesifikasi untuk bahan material batu yang digunakan, diduga dicampur dengan batu belah berukuran lebih besar. Untuk tahapannya pun, disinyalir tidak dilakukan proses pembersihan lokasi, seperti yang terurai dalam HPS (Harga Perkiraan Sendiri).

Sementara, tim media terus berupaya mencari pihak pelaksana proyek rehabilitasi JUT di Desa Pasekan guna meminta penjelasan lebih lanjut atas informasi dalam berita ini.(Ry) Kritikan Aktivis Indramayu

Global Expose TV Indramayu – Salah seorang aktivis di Indramayu dibuat geram atas adanya rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Pasekan Kecamatan Pasekan. Bagaimana tidak, proyek yang sudah berjalan selama 10 hari itu tanpa ada papan informasi kegiatan.

Informasi ini terungkap oleh salah seorang pekerja di proyek JUT di Desa Pasekan, pada Jum’at (08/09/2023). Ia menuturkan, selama 10 hari dirinya bekerja di proyek tersebut memang tidak pernah melihat adanya papan informasi yang terpasang dilokasi kegiatan.

“Proyek ini dimulai 10 hari yang lalu, kalau papan informasi mah saya tidak tahu.”Ujar seorang pekerja, kepada tim media

Sosok aktivis di Indramayu yang akrab di sapa Kang Dul, kepada Jabar.dailypost.id, mengatakan ketika pihak kontraktor tidak memasang papan informasi kegiatan, hal itu bisa di simpulkan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

Kang Dul menambahkan, semestinya papan informasi kegiatan tersebut di pasang ketika proyek itu mulai dilaksanakan. Hal itu sebagai bentuk transparansi kepada publik, mengingat anggaran yang digunakan pada proyek tersebut bersumber dari negara.

Sekedar mengingat, dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap bangunan fisik yang dibiayai oleh Negara wajib memasang papan nama proyek.

Papan nama penting sebagai sarana masyarakat mengetahui jenis kegiatan proyek, besarnya anggaran, asal usul anggaran (APBD/APBN), nama kontraktor, tenggat waktu pelaksanaan kegiatan dan perawatan.

Papan nama proyek juga sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut melakukan pengawasan dan pencegahan terjadinya pencurian uang rakyat.

Dilain sisi, mengenai spesifikasi untuk bahan material batu yang digunakan, diduga dicampur dengan batu belah berukuran lebih besar. Untuk tahapannya pun, disinyalir tidak dilakukan proses pembersihan lokasi, seperti yang terurai dalam HPS (Harga Perkiraan Sendiri).

Sementara, tim media terus berupaya mencari pihak pelaksana proyek rehabilitasi JUT di Desa Pasekan guna meminta penjelasan lebih lanjut atas informasi dalam berita ini.(Ry)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Pengamanan, Kapolda Kaltim Terima Audiensi Ditjen Pemasyarakatan
Kasus Dugaan Pemerkosaan di Berau Terungkap, Tersangka Dibekuk Jatanras di Balikpapan
Gerak Cepat Polisi dan Petugas Gabungan Padamkan Karhutla di Manggar, 600 Meter Persegi Lahan Terbakar
Forkopimda Kaltim Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Ancaman Krisis Energi di Makodam VI/Mulawarman
Sinergi Tanggap Bencana Karhutla, Brimob Kaltim Bersama BPBD Padamkan Kebakaran Lahan 100 Hektar di Kutai Barat
Tanggap Karhutla, Brimob Kaltim Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman dan Pendinginan di Manggar
Perdarahan Otak 110 CC, Forensik Ungkap Penyebab Kematian Warga Binaan Lapas Balikpapan
Proyek Peningkatan Jalan SM Raja Rp 7,9 Miliar Dipertanyakan, DPP LSM SepRakyat Dorong Transfaransi RAB  
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Sinergi Pengamanan, Kapolda Kaltim Terima Audiensi Ditjen Pemasyarakatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Kasus Dugaan Pemerkosaan di Berau Terungkap, Tersangka Dibekuk Jatanras di Balikpapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Gerak Cepat Polisi dan Petugas Gabungan Padamkan Karhutla di Manggar, 600 Meter Persegi Lahan Terbakar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Forkopimda Kaltim Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Ancaman Krisis Energi di Makodam VI/Mulawarman

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Sinergi Tanggap Bencana Karhutla, Brimob Kaltim Bersama BPBD Padamkan Kebakaran Lahan 100 Hektar di Kutai Barat

Berita Terbaru