Puluhan Warga Berdemo Tanyakan Kelangkaan Gas Elpiji Bersubsidi

Jumat, 12 Januari 2024 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Global Expose TV, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim-Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun memberi penjelasan langsung kepada puluhan masyarakat yang tengah mempertanyakn Kelangkaan Gas LPG 3 kilogram bersubsidi, berlangsung di halaman depan kantor bupati PPU, Kilometer 09 Nipah-nipah, Penajam, Kamis, (11/1/2024).

Dari sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat kecamatan penajam ini salah satunya terkait kelangkaan tabung gas Elpiji subsidi 3 kg yang terjadi di PPU ahkir-akhir ini.

Pj Bupati PPU, Makmur Marbun mengatakan terkait persoalan kelangkaan gas bersubsidi di Kabupaten PPU bahwa dirinya tidak tinggal diam melihat persoalan tersebut.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesejumlah agen dan pangkalan LPG untuk melihat langsung ketersediaan Elpiji di sana serta memastikan tidak adanya penimbunan dan harga tetap stabil sampai kepada masyarakat.

Untuk mengatasi permasalahan kelangkaan Elpiji ini dirinya juga telah memanggil PT. Pertamina Patra Niaga Balikpapan dan para pimpinan Agen Penyalur Elpiji yang berada di PPU.

” Dan saya saat itu juga minta agar kekosongan gas di PPU harus segera diselesaikan. Kami dari pemda bahkan membantu menyiapkan personel dan kendaraan untuk membantu,” terang nya.

Makmur Marbun juga mengungkapkan, kelangkaan gas Elpiji 3 Kg yang terjadi di Benuo Taka lantaran diduga sebagian pasokan gas elpiji 3 Kg PPU dijual ke Kabupaten Paser.

Karena, harga gas elpiji di Kabupaten Paser lebih tinggi dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 Kg yang ditetapkan Pemkab PPU.

“Gas elpiji 3 Kg banyak yang lari ke Paser karena harganya lebih mahal. Saya berjanji, masalah ini akan saya benahi,” terangnya.

Makmur Marbun mengungkapkan di hadapan puluhan pendemo, bahwa pemerintah daerah akan mengajukan penambahan kuota gas elpiji 3 Kg ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Karena adanya Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan pemakaian gas elpiji 3 Kg terus mengalami peningkatan. Namun, tidak ada penambahan kuota gas elpiji 3 Kg.

“Sekarang PPU tidak boleh lagi disamakan dengan kondisi dulu, setelah adanya pembangunan IKN maka kuotanya harus ditambah,” tandasnya.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi ini Ibrahim mengatakan bahwa, keluhan utama masyarakat yakni sulitnya mendapatkan gas Elpiji. Dia menjelaskan bahwa, selama ini tabung gas 3 kg sangat sulit ditemui masyarakat.

Jika mencari sejak pagi, hingga malam hari pun tabung gas tak kunjung didapatkan.
Apabila berhasil mendapatkan tabung gas, maka harganya Rp35 hingga Rp50 ribu per tabung. Melonjak tinggi dari harga biasanya yang hanya Rp25 ribu.

Ia mengungkapkan, kekecewaannya bahwa pemerintah daerah hanya melakukan sidak, tetapi tidak ada solusi nyata dilapangan.

” Masyarakat tetap kesulitan mendapatkan kebutuhan mereka. Elpiji langka itu seolah ada pembiaran, saya bawa tabung gas dari pagi sampai malam tidak ketemu, bagaimana kita mau masak,” ungkapnya

Harga gas elpiji yang dinaikkan oleh pengecer itu, kata Ibrahim karena tidak adanya pengawasan ketat dari pemerintah daerah. Ketegasan pemerintah diperlukan, karena kejadian ini juga terus berulang.

“Anehnya pengecer itu bisa mendapatkan tabung gas, tapi masyarakat tidak, itu karena pemerintah tidak mengawasi,” ujarnya. (Hms/ eds jl)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polisi Gerebek Kamar Kos di Sangatta Utara, Perempuan 27 Tahun Diamankan Bersama Sabu 0,59 Gram
Gerak Cepat Tim Respon Bencana Brimob Kaltim Padamkan Karhutla 3 Hektare di Tana Paser
Perkuat Sinergi Pengamanan, Kapolda Kaltim Terima Audiensi Ditjen Pemasyarakatan
Kasus Dugaan Pemerkosaan di Berau Terungkap, Tersangka Dibekuk Jatanras di Balikpapan
Gerak Cepat Polisi dan Petugas Gabungan Padamkan Karhutla di Manggar, 600 Meter Persegi Lahan Terbakar
Forkopimda Kaltim Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Ancaman Krisis Energi di Makodam VI/Mulawarman
Sinergi Tanggap Bencana Karhutla, Brimob Kaltim Bersama BPBD Padamkan Kebakaran Lahan 100 Hektar di Kutai Barat
Tanggap Karhutla, Brimob Kaltim Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman dan Pendinginan di Manggar
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Polisi Gerebek Kamar Kos di Sangatta Utara, Perempuan 27 Tahun Diamankan Bersama Sabu 0,59 Gram

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Gerak Cepat Tim Respon Bencana Brimob Kaltim Padamkan Karhutla 3 Hektare di Tana Paser

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Sinergi Pengamanan, Kapolda Kaltim Terima Audiensi Ditjen Pemasyarakatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Kasus Dugaan Pemerkosaan di Berau Terungkap, Tersangka Dibekuk Jatanras di Balikpapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Gerak Cepat Polisi dan Petugas Gabungan Padamkan Karhutla di Manggar, 600 Meter Persegi Lahan Terbakar

Berita Terbaru