Global Expose TV Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Rehabilitasi sekolah semestinya mempercepat kenyamanan belajar. Namun yang terjadi di SDN Nomor 42 Aek Batu, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, justru sebaliknya. Hingga Sabtu, 24 Januari 2026, proyek yang bersumber dari APBN itu belum juga rampung. Bangunan ada, tapi garis akhir tak kunjung terlihat.
Ironisnya, molornya pekerjaan di SDN 42 bukan satu-satunya cerita. Di SDN Nomor 33 Bange, Kecamatan Torgamba, proyek pembangunan juga tampak belum selesai. Bahkan, saat awak media turun ke lokasi, tak satu pun pekerja terlihat. Sekolah sunyi, proyek sepi, tanda tanya pun berdiri tegak.
Seorang tenaga pendidik di SDN 42 mengakui bahwa rehabilitasi sekolah tersebut memang bersumber dari dana APBN. Namun, soal alasan keterlambatan penyelesaian pekerjaan, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui.
“Kami tidak tahu kenapa belum selesai. Soal itu bukan kewenangan kami,” ujar seorang guru yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Dari sisi pelaksana lapangan, seorang pekerja di SDN 42 menyebutkan bahwa pekerjaan tinggal menyisakan sedikit bagian. “Tinggal sedikit lagi,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh pihak berinisial RI, warga Kotapinang.
Sementara itu, kondisi di SDN 33 Bange justru lebih membingungkan. Berdasarkan keterangan warga sekitar, proyek di sekolah tersebut mulai dikerjakan sejak 2 Januari 2026. Namun, hingga kini aktivitas pekerjaan tidak lagi terlihat. “Awalnya ada tukang, sekarang sudah tidak ada. Soal kenapa berhenti, kami juga tidak tahu,” ujar seorang warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi berwenang terkait keterlambatan dua proyek sekolah tersebut. Publik berharap, pembangunan fasilitas pendidikan yang dibiayai uang negara ini tidak berhenti di papan proyek, melainkan benar-benar selesai dan dapat dimanfaatkan oleh siswa.
Penulis : Mirwan Hasibuan
Editor : Sukadi
Sumber Berita: SDN 42 Aek Batu Molor, SDN 33 Bange Sunyi Tanpa Tukang












