Global Expose TV Indramayu – Baru-baru ini, tim media dikejutkan oleh kegiatan pembangunan ruang kelas baru di SMPN 3 Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Tanpa di sengaja, tim media menyaksikan fenomena sejumlah pekerja pembangunan SMPN 3 Jatibarang tengah beraktivitas di ketinggian lantai dua namun tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) atau safety.
Diketahui, alat safety seperti helm, baju rompi, sepatu dan APD konstruksi K3 lainnya merupakan suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.
Berawal dari hal demikian, kemudian tim media pun menyambangi secara langsung ke lokasi kegiatan guna melakukan cek dan ricek konstruksi, pada Rabu (29/11/2023).
Di lokasi kegiatan, terlihat sejumlah pekerja tengah melakukan pengadukan campuran agregat semen dan pasir yang diduga untuk perekat pemasangan batu bata. Namun anehnya, proses pengadukan ini dilakukan dengan cara manual.
“Molen mah ada tapi di dalem, karena ini lokasinya berbeda jadi secara manual.”Ucap salah seorang pekerja mengakui, Rabu (29/11/2023).
Dengan demikian, tim media kemudian mencoba melakukan pengecekan kualitas kontruksi. Alhasil, rabat beton tiang penyangga pada pembangunan ruang kelas baru tersebut mudah terkelupas meski disentuh menggunakan tangan kosong.
Jika merujuk pada Rekapitulasi Bill Of Quantity (BoQ), tercatat sejumlah uraian pekerjaan pada proyek penambahan ruang kelas di SMPN 3 Jatibarang, diantaranya yaitu pekerjaan beton dengan menggunakan type K 175 Site Mix.
Seperti diketahui, proyek ini dikerjakan oleh CV OCI yang didanai dari APBD Kabupaten Indramayu Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2023 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, dengan nilai kontrak Rp.653.519.000.
Sementara hingga berita ini tayang, pihak CV OCI belum memberikan keterangan secara resmi kepada tim media terkait informasi ini.(Ry)











