Global Expose TV Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim-Seluas 402,83 hektare lahan sawah di Desa Sidorejo, Kecanatab Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merupakan lahan tadah hujan, dengan lahan seluas itu Kades Sidorejo Dari Sugi optimis petaninya akan panen dua kali dalam setahun.
Hal ini diungkap Kepala Desa Sidorejo Dari Sugi saat mengumpulkan kelompok taninya pada sebuah pertemuan di desanya, dengana adanya panen dua kali setahun ini kata dia tentu masih banyak menemui kendala, meski demikian ia optimis warga taninya berupaya bagaiman menciptakan hasil produksi yang lebih meningkat sehingga msyarakat bisa sejahtera.

“Terkait hasil panen yang dilaporkan oleh PPL kami, ada sekitar 360 hektare sawah yang telah dipanen, alahmdulillah kami punya target untuk meningkatkan hasil pangan, jadi dengan adanya perhektar mencapai 3 ton kita bisa menghitung bahwa hasil yang ada di Desa Sidorejo itu riil, kedepannya kami juga bisa menghitung hitung terkait hasil yang ada, sehingga ini bisa menjadi Sumber PAD desa Sidorejo,” terang Kades Dari Sudi.
Ia optimis dengan pernyataannya itu, kata dia bagaimana menciptakan lumbung pangan yang ada di desa Sidorejo, dalam hal ini untuk menunjang kebutuhan pangan terkait kehadiran IKN, untuk mengoptimalkan lahan lahan yang tidak tergarap jelas dia, pemerintah desa hadir bersama pemerintah yang lebih tinggi yakni Dinas Pertanian, bahwasanya pemerintah desa akan membuat komitmen kepada seluruh petani, bahwa bagi masyarakat yang tidak menggarap sawahnya, pemerintah desa akan mendorong petani untuk menggarap lahannya.
Jika panen gagal lantaran hama atau lahan yang kurang cocok bagi tanaman kmi akan membuat usulan, ketika pasca musim panen ini gagal maka yang menjadi kendala akan kami buat data terkait penyebabnya itu, jadi sesuai dengan permasalahan yang timbul kami akan siapkan perangkat solusinya untuk itu,” ujar Dari Sudi
Tak sampai disitu, Pengamat hama dan pengendali penyakit tanaman yang diutus dari Dinas Pertanian Kabupaten PPU Jania Hermawati dari Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura ini menjelaskan, terkait hama yang ada di Kabaupaten PPU pada umumnya ada lima varian dantaranya, blas, penggerek batang, tikus, wereng dan penyakit yang disebabkan olelh bakteri.
“Untuk di Desa Sidorejo ini sendiri berdasrkan laporan teman teman di lapangan ada tiga hama yang sering muncul yaitu blas, penggerek batang, dan tikus, petugas di KUPT diterjunkan ke lapangan berjumlah 8 orang untuk seluruh Kabupten PPU, dan ini selalu aktif dilapangan untuk mengatasi keluhan masyarakat terkait hama maupun penyakita pada tanaman,” tambah Janiah Hermawati.
Untuk pengendalian penyait dan hama lanjut dia merupakan suadaya petani yaitu menggunakan bahan bahan kimia, kalau dari pemeritah sebenarnya tidak terlalu mengajurkan, adapun pengunaan bahan kimia untuk tahap pertama pengendalian, selalu menggunakan agen hayati atau bahan bahan alami seperti-
“Untuk jamur atau blas seperti ini kita rata rata menggunakan pada saat pembenihan, perlakuan benih saat perendaman dengan pain basilus atau trekoderma atau PJPR, apabila serangan hama melebihi ambang batas maka pemerintah turun tangan membasmi hama dengan menggunakan bahan kimia yang ada di stok of name kita,” jelasnya.
Dikesempatan yang sama PPL Desa Sidorejo Puji Puwaningsih dalam catatannya menyebitkan ada sekitar 402,83 hektare sawah di Sidorejo, 360 hektere diantaranya yang aktif digarap sepanjang tahun, yang tidak tertanam masih ada sekitar 60 hektare, ia mengklaim bila lahan sawah dioptimalkan bisa menghasilkan sekitar 3,2 ton gabah per hektere per panen.
“Kami selalu aktif menjalin komunikasi dengan Kepala Dinas Pertanian dan jajarannya, untuk menemukan solusi pemberantasan hama demi meningkatkan hasil panen petani,” ujar Puji Purwaningsih.
Penulis : Rachmad
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Humas Kabupaten Penajam Paser Utara












