
Global Expose TV Kabupaten Cirebon-Rencana penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Kanci Kecamatan Astanajapura mendapat penolakan dari para pedagang. Mereka mengeluh lantaran tidak adanya musyawarah baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan.
Salah satu pedagang kaki lima, Wiwin kepada global expose tv , dirimya mengungkapkan, selama tiga belas tahun saya mencari nafkah di lokasi tersebut, belum pernah ada masalah baik dengan pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan.

“Kami cuma menanyakan alasannya apa penggusuran ini tuh. Kalau alasannya banjir, tiga hari berturut-turut tidak surut, itu namanya banjir. Ini sih gak sampai sehari juga sudah surut. Berarti kan bukan banjir,” jelasnya, Sabtu (4/2/2023).
Dikatakan Wiwin, benar sebelum adanya surat dari Satpol PP sekitar empat bulan yang lalu, ada surat dari PT. Kanci Indah kepada para pedagang untuk membongkar bangunan yang berada di depan lokasi tanah PT Kanci. Katanya juga mau ada pembangunan di lokasi tersebut.
“Memang ada surat dari PT. Kanci Indah, minta pedagang buat warungnta dibongkar. Kurang lebih empat bulan lalu. Bahkan pak Camat juga bilang, ini sudah ada rapat belum sama desanya. Belum pak kata sayanya,” ucap Wiwin.

Dengan adanya rencana tersebut, Wiwin meminta kepada Bupati Cirebon untuk memikirkan nasib para pedagang Kanci yang menjadi target penggusuran tersebut. Ia mengaku warung tersebut menjadi satu-satunya tempat mencari nafkah untuk keluarganya.
“Saya cuma minta tolong sama pak Bupati. Mohon bantu kami pak Bupati. Kami disini cuma numpang hidup buat makan dan biaya sekolah pak. Kalo warung ini dibongkar darimana kami makan pak. Sementara tidak ada kompensasi dari pemerintah ataupun perusahaan pak,” terangnya.
Wiwin juga meminta keadilan kepada pemerintah Kabupaten Cirebon, khususnya Satpol PP yang akan melakukan penggusuran. Jika memang yang menjadi target penggusuran adalah sisi sebelah utara, ia juga meminta agar sisi yang sebelah timur juga dilakukan penggusuran.
“Kalau pun memang yang ditegakkan adalah aturan. Tolong dong pak Bupati yang sebelah timurnya juga dibongkar. Jangan cuma warung kami saja yang dibongkar. Kan sama-sama melanggar aturan,” pungkasnya. ( Beru Rahmanudin )











