Global Expose TV Kabupaten KUTAI BARAT – Tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Km 10, perbatasan Kampung Muyub Aked, Kecamatan Tering, dengan Kampung Muara Batuq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (22/9/2026).
Kebakaran yang diketahui sejak malam hari tersebut langsung mendapat penanganan personel Polsek Melak bersama tim gabungan. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.00 Wita.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan bara maupun titik api yang masih tersisa tidak kembali memicu kebakaran.
Dalam penanganan tersebut, Polsek Melak bersinergi dengan lima personel Brimob Kompi 2 Sat Brimob Polda Kaltim, 16 personel BPBD Kutai Barat dan KPHP Mook Manaar Bulatn, serta sekitar lima warga yang turut membantu proses pemadaman.
Dukungan sarana juga datang dari pihak perusahaan dan instansi terkait. Tim mengerahkan tiga unit mobil air milik PT TDJ, satu unit water tank PT MIL, empat unit mobil pemadam BPBD Kutai Barat, serta dua unit mobil pemadam KPHP MMB.
Berkat kerja sama lintas instansi tersebut, kondisi lokasi sekitar pukul 07.30 Wita dinyatakan aman. Seluruh personel kemudian kembali ke satuan masing-masing setelah memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare.
Lokasi kejadian diketahui berupa lahan milik warga yang hingga kini belum diketahui secara pasti pemiliknya. Kondisi vegetasi berupa semak belukar, kawasan bergambut, serta banyaknya daun pakis kering menjadi faktor yang membuat kawasan tersebut cukup rentan terhadap penyebaran api.
Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan, memberikan edukasi serta imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, dan mengambil titik koordinat lokasi sebagai bagian dari upaya pemantauan serta penanganan lebih lanjut.
Polsek Melak bersama tim gabungan juga akan meningkatkan patroli dan pengawasan di sekitar lokasi, terutama pada area yang dinilai rawan, guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolsek Melak menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Sinergi antara Polri, BPBD, KPHP, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci agar setiap kejadian dapat segera ditangani, api tidak meluas, serta potensi kebakaran susulan dapat dicegah.
“Kecepatan respons dan sinergi seluruh unsur di lapangan sangat penting. Setelah api padam, pemantauan dan pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” tegasnya.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: Tim Gabungan Bergerak Cepat, Karhutla 10 Hektare di Perbatasan Tering-Mook Manaar Bulatn Berhasil Dipadamkan












