TKW Asal Indramayu Terlunta-Lunta di Irak, APH Diminta Segera Selidiki

Minggu, 15 Januari 2023 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Indramayu – Nasib malang menimpa RA, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) alias tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Indramayu. Niatnya ke luar negeri untuk memperbaiki nasib, kini harus terlunta-lunta di negara orang. Ia beserta keluarganya kini memohon agar Bupati Indramayu bisa memulangkannya ke tanah air.

RA kini masih berada di Timur Tengah. Nasibnya tidak jelas. Iming-iming gaji besar yang bakal diterimanya harus tertukar dengan nasibnya yang kini terlunta-lunta ribuan kilometer dari rumahnya sendiri. Sponsor yang memberangkatkannya kini saling lempar bola.

Pada mulanya, RA dibawa ke seorang sponsor berinisial RMS yang berada di Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu. Lewat RMS ini, RA kemudian dibawa ke sebuah perusahaan penyalur di wilayah Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Di perusahaan ini, RA diproses dokumen kependudukan serta ijazahnya sesuai aturan yang berlaku. Kemudian ia diajari bahasa Singapura. Namun setelah dua bulan belajar, RA tak kunjung diberangkatkan. Maka ia meminta konfirmasi lagi ke sponsor yang membawanya.

Konfirmasi tersebut dikarenakan di perusahaan penyalur ini belum ada kepastian kapan pemberangkatannya.

Kepada sponsor tersebut, RA meminta segera diberangkatkan. Jika tidak bisa, ia meminta agar dicarikan perusahaan yang bisa memberangkatkannya secara cepat. Maka RMS pun menawarkan ke Timur Tengah dengan gaji sekitar Rp6 juta perbulan.

Tawaran tersebut langsung diterima RA. Untuk memprosesnya, RMS pun langsung bertemu US, sponsor asal Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, kemudian disambungkan dengan AD, asal Kaliwedi, Cirebon, dan JMY, asal Solo.

RA pun akhirnya diberangkatkan beberapa hari kemudian. Namun naas, RA tidak memahami bahwa keberangkatannya tidak sesuai prosedur, sehingga nasibnya kini terlunta-lunta di Bagdad, Irak.

Sampai saat ini, seluruh pihak yang terlibat, yakni RMS, US, AD, JMY, hingga perusahaan penyalurnya saling lempar tanggung-jawab. Mereka semua cuci-tangan atas nasib yang kini diderita RA.

Hingga kini, Minggu (15/1) pihak keluarga RA hanya bisa memohon kepada Bupati Indramayu untuk memulangkan korban. Mereka juga sedang berupaya melaporkan kasus ini ke pihak aparat penegak hukum..(Ryn)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gerak Cepat Polisi dan Petugas Gabungan Padamkan Karhutla di Manggar, 600 Meter Persegi Lahan Terbakar
Forkopimda Kaltim Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Ancaman Krisis Energi di Makodam VI/Mulawarman
Sinergi Tanggap Bencana Karhutla, Brimob Kaltim Bersama BPBD Padamkan Kebakaran Lahan 100 Hektar di Kutai Barat
Tanggap Karhutla, Brimob Kaltim Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman dan Pendinginan di Manggar
Perdarahan Otak 110 CC, Forensik Ungkap Penyebab Kematian Warga Binaan Lapas Balikpapan
Proyek Peningkatan Jalan SM Raja Rp 7,9 Miliar Dipertanyakan, DPP LSM SepRakyat Dorong Transfaransi RAB  
TANJAKAN MAUT GUNUNG SORUQ: Bus DAMRI dan Truk Bertabrakan, 1 Orang Tewas, 2 Luka Berat
Polres PPU Gerak Cepat Salurkan Air Bersih, 17 KK di Gunung Seteleng Terbantu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Gerak Cepat Polisi dan Petugas Gabungan Padamkan Karhutla di Manggar, 600 Meter Persegi Lahan Terbakar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Forkopimda Kaltim Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Ancaman Krisis Energi di Makodam VI/Mulawarman

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Sinergi Tanggap Bencana Karhutla, Brimob Kaltim Bersama BPBD Padamkan Kebakaran Lahan 100 Hektar di Kutai Barat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Tanggap Karhutla, Brimob Kaltim Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman dan Pendinginan di Manggar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Perdarahan Otak 110 CC, Forensik Ungkap Penyebab Kematian Warga Binaan Lapas Balikpapan

Berita Terbaru