Global Expose TV Kota Balikpapan – Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur untuk memperkuat pembinaan spiritual personel. Mengusung tema “Berbenah Diri Setulus Hati, Polri untuk Masyarakat”, Polda Kaltim menghadirkan Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., dalam Tausyiah Dhuha yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim di Masjid Al-Ikhlas Polda Kaltim, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., bersama para Pejabat Utama Polda Kaltim, Pengurus Bhayangkari Daerah Kaltim, unsur Forkopimda Kota Balikpapan, personel Polri, serta ASN Polda Kaltim.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum perayaan institusi, tetapi juga saat yang tepat untuk melakukan refleksi, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas spiritual dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.
Menurutnya, tantangan tugas Polri di Kalimantan Timur semakin kompleks, terlebih dengan posisi strategis daerah sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, setiap anggota Polri dituntut tidak hanya profesional dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kehadiran Al-Ustadz Abdul Somad merupakan anugerah bagi keluarga besar Polda Kaltim. Kami berharap tausyiah ini menjadi siraman rohani yang memperkuat keimanan serta menumbuhkan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kapolda.
Ia juga berharap pembinaan rohani tersebut semakin membentuk karakter personel Polri yang humanis, berintegritas, dan dekat dengan masyarakat. Sementara santunan kepada anak-anak yatim menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang membawa manfaat sekaligus kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Dalam tausyiahnya, Ustadz Abdul Somad menekankan bahwa menjadi anggota Polri bukan sekadar mengenakan seragam atau menjalankan profesi, melainkan mengemban amanah besar yang menuntut dedikasi, keberanian, disiplin, dan keikhlasan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Ia mengingatkan bahwa polisi setiap hari menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menjaga keamanan hingga menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang. Karena itu, kekuatan mental dan spiritual menjadi fondasi utama agar mampu menjalankan tugas secara profesional, sementara dukungan keluarga, khususnya Bhayangkari, menjadi energi yang memperkuat semangat pengabdian.
Salah satu pesan utama yang disampaikan Ustadz Abdul Somad adalah pentingnya rasa syukur. Menurutnya, membandingkan diri dengan orang lain hanya akan mengikis ketenangan batin, sedangkan rasa syukur akan melahirkan keikhlasan dan ketulusan dalam bekerja.
“Kalau kita pandai bersyukur atas amanah yang diberikan Allah, hati akan menjadi tenang. Dari hati yang tenang itulah lahir keikhlasan dalam bekerja dan mengabdi kepada masyarakat,” pesan Ustadz Abdul Somad.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa makna “Berbenah Diri Setulus Hati” harus dimulai dari pembenahan hati. Sebab, hati merupakan pusat dari setiap ucapan, sikap, dan tindakan. Ketika hati dipenuhi keikhlasan, maka pelayanan kepada masyarakat pun akan lahir dengan penuh empati, ketulusan, dan tanggung jawab.
Ustadz Abdul Somad juga mengajak seluruh personel Polri untuk terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari proses introspeksi. Menurutnya, tidak ada manusia yang mampu menilai dirinya secara sempurna sehingga setiap orang membutuhkan nasihat untuk terus memperbaiki diri.
Mengakhiri tausyiahnya, ia mengajak seluruh anggota Polri agar senantiasa menjaga rasa syukur, memperkuat spiritualitas, dan mengedepankan keikhlasan dalam setiap pengabdian. Dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, Polri diyakini akan semakin dipercaya masyarakat sebagai institusi yang humanis, profesional, Presisi, serta selalu hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai implementasi nyata nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan yang menjadi semangat peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil PROV Kaltim
Sumber Berita: Ustadz Abdul Somad Isi Tausyiah di Polda Kaltim: Syukur, Keikhlasan, dan Pelayanan Tulus Jadi Kunci Pengabdian Anggota Polri












