Pekerjaan Tanki 0 17 dan B67 Kilang Plaju Pihak Owner PT Roselia Posainihan Diduga Tak Mau Bayar Jasa Pihak Ketiga

Rabu, 26 Februari 2025 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Palembang  – Gara – gara Tagihan pekerjaan Tank 017 dan Tank B67 di kilang Plaju tidak sesuai kesepakatan, Arthur Kaunang merasa dirugikan dan mendesak agar pihak PT Rosalian posainihan secepatnya melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan Yang mana pembayaran /progres bulanan sedangkan saat ini progres Tank tersebut sudah 100% dan dari ke 2 Tank tersebut Arthur mendapatkan pembayaran 370 juta dari nilai kontrak 895 juta untuk kedua tank tersebut

Menurut Arthur Kaunang, hal ini berawal dari Dia di tawari pekerjaan tank di kilang plaju Oleh Darli ke Ishak dan Sapik selaku owner Dari PT Roselia posai nihan dan melakukan Annwizing lalu penawaran harga antara Arthur kaunang dan Ishak serta Sapik selaku owner dari Mancon Pertamina,

hingga mendapatkan kesepakatan lalu mengadakan MOU ke pihak ke 2 Dari pertamina kilang internasional Plaju sumsel yang mana kesapakatan itu DP 20% Serta pembayaran /progres,
hingga saat ini Owner Tesebut belum membayar sisa dari tagihan Arthur kaunang’ yang mana berimbas pada pekerja sudah 4 bulan lebih belum mendapatkan gaji

” Ini juga mengacu pada pembicaraan ke Sapik yang mana Tagihan di awal dengan pekerjaan tank B 67 Avtur dan 017 tank Pertalite dengan pembayaran awal setelah 2 bulan untuk 2 tank 370juta sisa 525jt akan di tagihkan setelah 95%dari progres dan sisa 5%untuk masa perawatan tetapi hingga detik ini kurang lebih 4 bulan setelah pekerjan selesai Belum di bayarkan. Sapik dan ishak ibrahim selaku orang tua sapiq memanggil arthur ke rumahnya dan seteleh di temui mereka berdua menwari 20juta rupiah jika mau ambil jika tidak dan kami tidak akan membayar ujarnya.Terkait pekerjaan
Tank 017 jika mengacu
pada KAA dari pertamina diameter 8M dan ternyata di lapangan 12M Arthur kaunang berharap pihak pertamina Kilang plaju yang saat ini Yulianto Triwibowo selaku general maneger kilang Pertamina internaitional serta
Dirut KPI Taufik Aditiyawarman Di HO Jakarta untuk menbantu penyelesaian dengan cara Memotong tagihan dari PT Roselai posai nihan serta menyetop semua pekerja dari PT tersebut sebelum menyelesai masalah ke Pihak ketiga karna pembayaran dari Pertamina Terkait Tank B 67 dan 017 sudah di bayar oleh pertamina tetapi PT Rosalia Posainihan Belum membayar ke Pihak ketiga sudah lebih 4 bulan dari masa perawatan . Dan berharap pihak Pertamina lebih teleti dalam mencari vendor pungkasnya

Kemudian kata Arthur, saya diintruksikan oleh Sapik selaku owner dari PT Roselia posainihan untuk menunggu tagihan meraka cair sedangkan tidak ada dalam kesepakatan Pembayaran Back to Back, Tetapi hingha saat ini sudah lebih dari 4 bulan Arthur kaunang belum di bayar sedangkan pihak Pertamina sudah membayar Pihak Rosalia posai nihan arthur kaunang meminta Pihak Pertamina untuk turun dan membantu menyelesaikan hal ini agar cepat di selesaikan .karna sapiq tidak bisa di hubungi oleh arthur kaunang .yang membingungkan lagi alat kerja arthur kaunang yang tersisa tidak bisa di keluarkan .

Diakhir Arthur berharap agar pihak pertamina bisa membantu penyelesaikan maslah vendor pertamina yang mana vendor tersebut mendapatkan pekerjaan Lagi di kilang plaju serta Sungai gerong serta Pihak pertamina Harus teliti dalam mencari vendor karna ini mencangkup hajat hidup pekerja dari tank 017 dan B 67 Tersebut ‘serta Nama Baik dari Pertamina Selaku Perusahaan BUMN Arthur kaunang berharap perusahaan segera melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan /progres tank tersebut tanpa harus beralasan kami belum di bayar Pertamina karna sudah lebih 4 bulan dari masa perawatan.”tutup Arthur.

terpisah, ketika di konfirmasi kepada pihak perusahaan Safik selaku pemilik, melalui via washap tak merespon ataupun membalas konfirmasi dari awak media, hingga saat berita di terbitkan.

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Marpaung

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Pekerjaan Tanki 0 17 dan B67 Kilang Plaju Pihak Owner PT Roselia Posainihan Diduga Tak Mau Bayar Jasa Pihak Ketiga Palembang - Global expose tv Gara - gara Tagihan pekerjaan Tank 017 dan Tank B67 di kilang Plaju tidak sesuai kesepakatan, Arthur Kaunang merasa dirugikan dan mendesak agar pihak PT Rosalian posainihan secepatnya melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan Yang mana pembayaran /progres bulanan sedangkan saat ini progres Tank tersebut sudah 100% dan dari ke 2 Tank tersebut Arthur mendapatkan pembayaran 370 juta dari nilai kontrak 895 juta untuk kedua tank tersebut Menurut Arthur Kaunang, hal ini berawal dari Dia di tawari pekerjaan tank di kilang plaju Oleh Darli ke Ishak dan Sapik selaku owner Dari PT Roselia posai nihan dan melakukan Annwizing lalu penawaran harga antara Arthur kaunang dan Ishak serta Sapik selaku owner dari Mancon Pertamina, hingga mendapatkan kesepakatan lalu mengadakan MOU ke pihak ke 2 Dari pertamina kilang internasional Plaju sumsel yang mana kesapakatan itu DP 20% Serta pembayaran /progres, hingga saat ini Owner Tesebut belum membayar sisa dari tagihan Arthur kaunang' yang mana berimbas pada pekerja sudah 4 bulan lebih belum mendapatkan gaji " Ini juga mengacu pada pembicaraan ke Sapik yang mana Tagihan di awal dengan pekerjaan tank B 67 Avtur dan 017 tank Pertalite dengan pembayaran awal setelah 2 bulan untuk 2 tank 370juta sisa 525jt akan di tagihkan setelah 95ri progres dan sisa 5%untuk masa perawatan tetapi hingga detik ini kurang lebih 4 bulan setelah pekerjan selesai Belum di bayarkan. Sapik dan ishak ibrahim selaku orang tua sapiq memanggil arthur ke rumahnya dan seteleh di temui mereka berdua menwari 20juta rupiah jika mau ambil jika tidak dan kami tidak akan membayar ujarnya.Terkait pekerjaan Tank 017 jika mengacu pada KAA dari pertamina diameter 8M dan ternyata di lapangan 12M Arthur kaunang berharap pihak pertamina Kilang plaju yang saat ini Yulianto Triwibowo selaku general maneger kilang Pertamina internaitional serta Dirut KPI Taufik Aditiyawarman Di HO Jakarta untuk menbantu penyelesaian dengan cara Memotong tagihan dari PT Roselai posai nihan serta menyetop semua pekerja dari PT tersebut sebelum menyelesai masalah ke Pihak ketiga karna pembayaran dari Pertamina Terkait Tank B 67 dan 017 sudah di bayar oleh pertamina tetapi PT Rosalia Posainihan Belum membayar ke Pihak ketiga sudah lebih 4 bulan dari masa perawatan . Dan berharap pihak Pertamina lebih teleti dalam mencari vendor pungkasnya Kemudian kata Arthur, saya diintruksikan oleh Sapik selaku owner dari PT Roselia posainihan untuk menunggu tagihan meraka cair sedangkan tidak ada dalam kesepakatan Pembayaran Back to Back, Tetapi hingha saat ini sudah lebih dari 4 bulan Arthur kaunang belum di bayar sedangkan pihak Pertamina sudah membayar Pihak Rosalia posai nihan arthur kaunang meminta Pihak Pertamina untuk turun dan membantu menyelesaikan hal ini agar cepat di selesaikan .karna sapiq tidak bisa di hubungi oleh arthur kaunang .yang membingungkan lagi alat kerja arthur kaunang yang tersisa tidak bisa di keluarkan . Diakhir Arthur berharap agar pihak pertamina bisa membantu penyelesaikan maslah vendor pertamina yang mana vendor tersebut mendapatkan pekerjaan Lagi di kilang plaju serta Sungai gerong serta Pihak pertamina Harus teliti dalam mencari vendor karna ini mencangkup hajat hidup pekerja dari tank 017 dan B 67 Tersebut 'serta Nama Baik dari Pertamina Selaku Perusahaan BUMN Arthur kaunang berharap perusahaan segera melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan /progres tank tersebut tanpa harus beralasan kami belum di bayar Pertamina karna sudah lebih 4 bulan dari masa perawatan."tutup Arthur. terpisah, ketika di konfirmasi kepada pihak perusahaan Safik selaku pemilik, melalui via washap tak merespon ataupun membalas konfirmasi dari awak media, hingga saat berita di terbitkan. ( A. M )

Berita Terkait

Penggerebekan di Sejumlah Lokasi Diduga Transaksi Narkoba, Polisi Kerap Pulang Tanpa Tangkapan
Dua Tahun Belakangan, Silangkitang Sepi dari Pemberitaan Peredaran Narkotika
Dugaan Peredaran Sabu di Pajak Hongkong dan Aek Matio Disorot, Polisi Diminta Jangan Diam dan Turun ke Lokasi
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Remaja dan 13 Klip Diduga Ganja di Jakut
Diduga Transaksi Sabu Terang-terangan di Pardamean, Ada Apa dengan Polres Labuhanbatu?
Polsek Kampung Rakyat tidak Tanggung Tanggung Ringkus Pemuda di Perkebunan Sawit l1,95 Gram Sabu Diamankan
Satresnarkoba Polres Labusel Ringkus J di Kampung Raja, Diduga Terlibat Narkotika
Dugaan Peredaran Sabu di Negeri Lama Disorot, Nama Doni, Topik, Balga dan Inisial DL Disebut Warga
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:54 WIB

Penggerebekan di Sejumlah Lokasi Diduga Transaksi Narkoba, Polisi Kerap Pulang Tanpa Tangkapan

Jumat, 18 September 2026 - 14:04 WIB

Dua Tahun Belakangan, Silangkitang Sepi dari Pemberitaan Peredaran Narkotika

Sabtu, 12 September 2026 - 21:34 WIB

Dugaan Peredaran Sabu di Pajak Hongkong dan Aek Matio Disorot, Polisi Diminta Jangan Diam dan Turun ke Lokasi

Kamis, 10 September 2026 - 17:54 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Remaja dan 13 Klip Diduga Ganja di Jakut

Kamis, 10 September 2026 - 08:24 WIB

Diduga Transaksi Sabu Terang-terangan di Pardamean, Ada Apa dengan Polres Labuhanbatu?

Berita Terbaru