Global Expose TV Kabupaten Bogor – Praktik pengoplosan gas ilegal masih marak di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Para pelaku dengan leluasa menjalankan bisnis ilegalnya dengan mengoplos gas bersubsidi (tabung 3 kg) dengan gas non-subsidi (tabung 12 kg), seolah tidak takut dengan hukum.
Aktivitas pengoplosan gas ini sudah berlangsung cukup lama. Baru-baru ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Cileungsi, Polres Bogor, Polda Jabar berhasil mengamankan ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram dan 12 kilogram di Kampung Rawajamun, tepatnya di bekas Hotel Garuda, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang sedang digunakan untuk praktik pengoplosan.
Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan tabung gas subsidi 3 kg dengan segel PT Asnide Kurnia Gemilang, yang beralamat di Kampung Cikukulu, RT 001 RW 001, Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Arif, perwakilan dari PT Asnide Kurnia Gemilang, justru balik bertanya dan mengaku tidak tahu.
“Kirab mana ya, Pak? Saya tidak tahu dan tidak kenal. Untuk masalah segelnya, bisa dikirim ke saya fotonya? Untuk hal ini, coba kita tanyakan dulu ke masing-masing pangkalan, ya Pak,” ujar Arif pada Selasa (18/3/2025).
Ketika ditanya mengenai dugaan suplai gas ke pengoplos di Kampung Rawajamun, Kirab Eks Hotel Garuda, Cileungsi, Arif membantah terlibat.
“Suplai ke pengoplos maksudnya apa ya, Pak? Agen saya tidak pernah memberikan barang ke pengoplos, hanya langsung ke pangkalan yang terdaftar. Kalau dari pangkalan ke warung-warung, itu memakai barcode. Jadi, tidak ada yang namanya ke pengoplos,” terangnya.
Sementara itu, pihak pangkalan gas Biner Sihotang, yang lokasinya berdekatan dengan tempat pengoplosan dan beralamat di Kampung Rawajamun, RT 004 RW 004, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (19/3/2025), tidak memberikan jawaban.
Penulis : Hotma Tumangger
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Pangkalan Biner Sihotang Bungkam Terkait Gas Melon, PT Asnide Kurnia Gemilang Diduga Terlibat Pengoplosan












