Perawat RSIA Kenari Medika Dibebani Biaya Perdamaian Kasus Penolakan Pasien Kritis

Kamis, 20 Maret 2025 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Ksbupaten Bogor – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kenari Graha Medika di Kabupaten Bogor kembali menuai kontroversi. Setelah sebelumnya menolak pasien dengan alasan IGD penuh, kini rumah sakit tersebut diduga melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap tenaga kesehatannya sendiri dengan memotong gaji untuk membayar ganti rugi pasien.

Seorang tenaga kesehatan (nakes) berinisial N mengaku dipaksa menanggung setengah dari biaya ganti rugi yang seharusnya menjadi tanggung jawab rumah sakit. Total ganti rugi yang harus dibayarkan kepada pasien mencapai Rp20 juta, namun pihak rumah sakit hanya bersedia menanggung 50%, sementara sisanya dibebankan kepada perawat dan karyawan lainnya.

“RS cuma nanggung 50%, sisanya dibebankan ke karyawan. Iya, mana gak sedikit. Syok sih, cuma ya gimana, aku mencoba ikhlas aja,” ujar N kepada wartawan, Rabu (19/3/2025).

Lebih parah lagi, N mengungkapkan adanya ancaman bagi karyawan yang menolak membayar.

“Kalau kami menolak membayar, kami diancam diberhentikan atau dipersilakan mengundurkan diri. Uang sebanyak itu dari mana? Itu jumlah yang besar bagi kami,” tambahnya.

Sementara itu, manajemen RSIA Kenari Graha Medika bungkam dan tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Kamis (20/3/2025).

Kasus ini berawal dari seorang warga Kecamatan Klapanunggal yang ditolak oleh RSIA Kenari Graha Medika pada Kamis (27/2/2025) dengan alasan IGD penuh. Penolakan tersebut berbuntut tuntutan ganti rugi dari keluarga pasien yang merasa dirugikan.

Namun, alih-alih bertanggung jawab penuh, RSIA Kenari Graha Medika justru diduga mencari jalan pintas dengan menekan karyawannya sendiri. Praktik ini pun memunculkan pertanyaan besar: Apakah ini bentuk kesewenang-wenangan terhadap tenaga medis yang sudah berjuang di garis depan?

Facebook Comments Box

Penulis : Hotma Tumangger

Editor : Sukadi

Sumber Berita: RSIA Kenari Graha Medika Diduga Teraniaya Perawat: Gaji Dipotong Untuk Bayar Ganti Rugi Pasien..!!!

Berita Terkait

Dugaan Tangkap Lepas Pengedar Obat Terlarang di Cibatu, Kapolres dan Propam Polres Garut Diminta Periksa Oknum Anggota
Dugaan Setoran Demi Pertahankan Jabatan Kepsek Kembali Mencuat, Dana BOS Disebut Tergerus hingga Rp150 Ribu–Rp200 Ribu per Siswa
Pilot WN Amerika Tewas Ditembak di Yahukimo, Satgas Ops Damai Cartenz: Hasil Visum Tegaskan Korban Meninggal Akibat Luka Tembak
POLWAN KAPOLSEK RAIH 3 MEDALI INTERNASIONAL, BUKTI PERSONEL POLRI TAK HANYA JAGA KAMTIBMAS NAMUN JUGA BERPRESTASI DI KANCAH DUNIA
POLRI UKIR PRESTASI DUNIA: TIM TAEKWONDO GARBHA PRESISI JUARA UMUM DI JEPANG
Patroli Satgas Ops Damai Cartenz di Intan Jaya: Perkuat Komunikasi, Bangun Kedekatan dengan Warga
Patroli Humanis Ops Damai Cartenz Hadirkan Senyum dan Rasa Aman bagi Warga Sinak
Intensive Patrols by Damai Cartenz Task Force Ensure Security for Residents in Sinak District
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:12 WIB

Dugaan Tangkap Lepas Pengedar Obat Terlarang di Cibatu, Kapolres dan Propam Polres Garut Diminta Periksa Oknum Anggota

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

Dugaan Setoran Demi Pertahankan Jabatan Kepsek Kembali Mencuat, Dana BOS Disebut Tergerus hingga Rp150 Ribu–Rp200 Ribu per Siswa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pilot WN Amerika Tewas Ditembak di Yahukimo, Satgas Ops Damai Cartenz: Hasil Visum Tegaskan Korban Meninggal Akibat Luka Tembak

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:39 WIB

POLWAN KAPOLSEK RAIH 3 MEDALI INTERNASIONAL, BUKTI PERSONEL POLRI TAK HANYA JAGA KAMTIBMAS NAMUN JUGA BERPRESTASI DI KANCAH DUNIA

Senin, 27 April 2026 - 13:51 WIB

POLRI UKIR PRESTASI DUNIA: TIM TAEKWONDO GARBHA PRESISI JUARA UMUM DI JEPANG

Berita Terbaru