Global Expose TV Kabupaten Bogor – Aktivis sosial dan warga Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menyoroti langkah aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai tebang pilih dalam merazia toko penjual minuman keras (miras) di wilayah tersebut.
Sandi Bonardo, salah satu aktivis sosial di Cileungsi, mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya pemberantasan miras oleh Polsek Cileungsi dan Satpol PP Kecamatan Cileungsi. Namun, ia menyayangkan sikap aparat yang hanya menindak satu atau dua toko, sementara toko lainnya dibiarkan beroperasi.
“Kami mendukung langkah penindakan, tapi jangan tebang pilih. Semua toko yang menjual miras harus ditindak tanpa pengecualian,” kata Sandi kepada wartawan, Selasa, 13 Mei 2025.
Menurut Sandi, praktik penjualan miras secara terbuka di Cileungsi telah meresahkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa peredaran miras bisa merusak generasi muda dan menciptakan potensi gangguan keamanan.
“Kalau memang serius ingin memberantas miras, ya semua toko harus ditertibkan. Jangan hanya satu-dua saja yang disasar,” ujarnya.
Sandi mengancam akan mengirim surat resmi kepada Gubernur Jawa Barat dan Kapolda Jawa Barat bila penindakan tidak dilakukan secara merata. Bahkan, ia menyebut kemungkinan adanya aksi unjuk rasa jika aparat tidak segera bertindak tegas.
“Kami akan bersurat ke Gubernur dan Kapolda. Kalau tidak ada perubahan, kami pertimbangkan aksi turun ke jalan agar semua toko miras di Cileungsi ditindak tanpa pandang bulu,” katanya.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, terdapat puluhan toko miras yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Cileungsi, seperti Desa Cileungsi, Cileungsi Kidul, Limusnunggal, Dayeuh, dan desa-desa lainnya.
“Semua harus ditertibkan agar wilayah ini bersih dari penjualan miras,” tegas Sandi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polsek Cileungsi maupun Satpol PP Kecamatan Cileungsi terkait tudingan tersebut.
Penulis : Tim Redaksi
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Aktivis Nilai Polsek Cileungsi Satpol PP Diduga Tebang Pilih Razia Penjual Miras












