Tradisi Mapag Sri Jadi Sarana Lestarikan Budaya dan Semangat Petani

Rabu, 18 Juni 2025 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Cirebon – Pemerintah Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, menggelar tradisi Mapag Sri yang dipusatkan di depan balai desa setempat, Selasa (17/6/2025).

Gelaran ini sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan semangat para petani menjelang musim panen.

Tradisi tahunan itu dirangkaikan dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang menyisipkan pesan moral, nilai-nilai agraris, serta edukasi sosial bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, menyebut Mapag Sri merupakan bentuk nyata pelestarian budaya agraris yang masih terjaga kuat di wilayah pesisir Cirebon.

“Wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari sejarah budaya yang dulu digunakan para wali untuk menyebarkan Islam, khususnya oleh Sunan Kalijaga yang menggagas penyampaian dakwah melalui seni,” kata Amin.

Ia menambahkan, tradisi seperti Mapag Sri perlu terus dilestarikan karena mengandung nilai-nilai luhur, mulai dari rasa syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian hingga pembelajaran etika sosial dan sopan santun bagi generasi muda.

“Sekarang ini di wilayah pesisir juga tengah digalakkan kembali sedekah laut atau nadran, termasuk pentas tari topeng, angklung bungko, wayang golek, hingga ronggeng bugis. Semua ini merupakan upaya bersama untuk merawat budaya Cirebon,” katanya.

Menurut Amin, dukungan pemerintah terhadap kegiatan desa seperti di Guwa Lor merupakan bagian dari upaya revitalisasi budaya daerah agar tidak tergerus zaman.

Sementara itu, Kuwu Guwa Lor, Maksudi, menjelaskan bahwa Mapag Sri merupakan tradisi menjelang panen yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur mereka.

“Alhamdulillah tahun ini kami bisa kembali menyelenggarakan Mapag Sri dengan pementasan wayang kulit. Siang harinya, ceritanya tentang pertanian dan hama. Malamnya, pesan-pesan moral seperti tata krama dan hidup rukun,” ungkapnya.

Ia menuturkan, tradisi ini juga menjadi sarana refleksi dan penyemangat bagi petani yang sebagian besar baru mulai panen meski masa tanam sempat mundur hingga akhir Februari.

“Panen kali ini masih cukup baik meski tidak seoptimal biasanya. Per bau kami dapat 4 sampai 4,5 ton. Biasanya bisa sampai 5–6 ton, tapi alhamdulillah masih lebih tinggi dibanding desa lain,” kata Maksudi.

Menurutnya, keterlambatan tanam menyebabkan munculnya hama seperti walang sangit dan lembing batu yang menyerang buah padi. Tetapi semangat warga tetap tinggi dalam menyambut musim panen.

Ia berharap tradisi Mapag Sri terus dipertahankan, karena mampu memperkuat rasa kebersamaan warga sekaligus menyatukan semangat untuk terus bekerja dan menjaga kearifan lokal.

“Semoga tradisi ini bisa menambah semangat bertani, meningkatkan hasil, dan menguatkan persatuan di tengah masyarakat,” Tuturnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Sutari

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Tradisi Mapag Sri Jadi Sarana Lestarikan Budaya dan Semangat Petani

Berita Terkait

Keluarga Besar SMPN 2 Jamblang Peringati Hari Santri Nasional, Tekankan Semangat Persatuan dan Pengabdian
Tasyakuran HUT ke-62, DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon Tekankan Soliditas dan Pengabdian kepada Rakyat
LSM KCBI Siap Kawal Polemik SMKN 1 Susukan hingga ke Jakarta, Hak Pendidikan Siswa Jadi Sorotan
LSM KCBI Soroti Polemik SMKN 1 Susukan: Wali Murid Disebut Sampai Bersujud Memohon, Disiplin Sekolah Jangan Putus Masa Depan Anak! 
Proyek Senderan BBWS Blok Sedemit Desa Balad Dukupuntang Diduga Tidak Transfaran, Informasi Saling Lempar Seperti Proyek Siluman
Polemik Siswa SMKN 1 Susukan Disoro. “DPD Cirebon Raya Garda Patriot Bersat, Kusmin SCm Pertanyajan Nasib Hak Pendidikan
Tim U-12 Desa Serang Sabet Juara Turnamen Mini Soccer Se-Kecamatan Klangenan
Tekab 852 Polresta Cirebon Bekuk Tiga Pelaku Pengeroyokan Korban Dibacok dengan Celurit
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Keluarga Besar SMPN 2 Jamblang Peringati Hari Santri Nasional, Tekankan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Tasyakuran HUT ke-62, DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon Tekankan Soliditas dan Pengabdian kepada Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:58 WIB

LSM KCBI Siap Kawal Polemik SMKN 1 Susukan hingga ke Jakarta, Hak Pendidikan Siswa Jadi Sorotan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:47 WIB

LSM KCBI Soroti Polemik SMKN 1 Susukan: Wali Murid Disebut Sampai Bersujud Memohon, Disiplin Sekolah Jangan Putus Masa Depan Anak! 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Proyek Senderan BBWS Blok Sedemit Desa Balad Dukupuntang Diduga Tidak Transfaran, Informasi Saling Lempar Seperti Proyek Siluman

Berita Terbaru