Nihil Dukungan Pemerintah, Anak seorang Guru di Garut Tembus Prestasi Sepak Bola Tingkat Nasional hingga Luar Negeri

Minggu, 6 Juli 2025 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Garut – Di tengah keterbatasan dan nyaris tanpa dukungan dari pemerintah daerah, seorang anak asal Garut berhasil menembus dunia sepak bola nasional bahkan hingga ke luar negeri. Ia adalah Miraj Rizky Sulaeman, anak bungsu dari pasangan guru, Waskandar dan Nunung Nuryati, yang telah menorehkan prestasi gemilang sejak usia dini.

Miraj memulai perjalanannya di dunia sepak bola sejak usia 7 tahun. Ketertarikannya muncul saat melihat kakak-kakaknya berlatih. Ia kemudian bergabung dengan SSB Mandala Cikajang dan pada usia 9 tahun lolos seleksi klub sepak bola usia dini di Jakarta, SSB Alba.

“Kami sangat bangga, tapi juga berat. Biaya pulang-pergi Garut–Jakarta setiap minggu mencapai setengah juta rupiah. Sering kali kami tidur di emperan masjid atau warung kosong karena tidak sanggup bayar penginapan,” kata Waskandar dalam wawancara tertulis dengan Redaksi Global Expose TV.

Tekanan ekonomi memaksa keluarga ini menjual barang, bahkan berutang. Dalam keadaan terdesak, Waskandar mengajukan proposal bantuan ke instansi terkait seperti Dispora, Disdik, KONI, Askab, dan Persigar. Namun hasilnya mengecewakan.

“Jawabannya sama semua: tidak ada anggarannya. Saya sempat menangis. Anak saya masih SD waktu itu. Kami hanya ingin dia terus melanjutkan mimpinya,” ungkapnya.

Meski tak mendapat bantuan daerah, keajaiban datang. Pada akhir 2019, Miraj lolos seleksi akademi Farmel Katawachi dan mulai menerima beasiswa penuh, termasuk uang makan, uang jajan, serta fasilitas asrama.

Sejak bergabung dengan Farmel, karier Miraj melesat. Ia berhasil menyabet gelar individu bergengsi seperti:

Best Player IJL KU 13 & 14
Best Player Se-Provinsi Banten KU 13
Best Player Liga TopSkor Jakarta dan Nasional
Best Player Singa Cup (luar negeri)
Man of the Match EFA Liga 1 KU-15 (bersama Madura FC)

Namun ironisnya, semua pencapaian ini diraih tanpa satu pun sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Garut.

“Anak-anak Garut yang berprestasi justru lebih dihargai daerah lain. Ini menyedihkan. Mereka akhirnya membela klub luar daerah, bahkan provinsi lain,” tambah Waskandar.

Sebagai tenaga pendidik, Waskandar juga mengkritisi fasilitas olahraga milik pemerintah yang terlalu mahal. “Lapangan Adiwijaya misalnya, terlalu mahal untuk SSB kecil. Bagaimana mungkin anak-anak Garut bisa berkembang?” ujarnya.

Ia membandingkan dengan fasilitas di negara maju yang memberi akses gratis bagi anak-anak berbakat demi mendukung perkembangan potensi usia dini.

Waskandar menegaskan perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada pengembangan minat dan bakat generasi muda Garut. Ia menyarankan agar ada beasiswa berbakat non-akademik, alokasi khusus pembinaan olahraga, serta akses fasilitas latihan yang murah bahkan gratis.

“Jika tidak ada perhatian serius, anak-anak hebat Garut akan terus jadi milik daerah lain. Sayang sekali jika kita tidak belajar dari kisah ini,” tegasnya.

Miraj Rizky Sulaeman saat ini duduk di kelas XI SMAN 1 Tangerang dan tinggal di asrama Farmel, Tangerang. Ia adalah putra keenam dari pasangan guru yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan perjuangan anak-anak Garut.

Facebook Comments Box

Penulis : F Boy

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Nihil Dukungan Pemerintah, Anak seorang Guru di Garut Tembus Prestasi Sepak Bola Tingkat Nasional hingga Luar Negeri

Berita Terkait

Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik
Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga
2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 
Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak
Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan
Delapan Bulan Bersama Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Tinggalkan Kesan Kekeluargaan di Kiwirok
Berikan Dukungan Psikologis, Satgas Damai Cartenz Ajak Anak-anak SD Inpres Kago Bermain dan Belajar Bersama
Berita ini 253 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:07 WIB

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP

Rabu, 23 September 2026 - 12:24 WIB

LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 

Senin, 21 September 2026 - 10:41 WIB

Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak

Berita Terbaru