Potret Kehidupan Nelayan Panipahan: Desa Pesisir Riau di Perbatasan Malaysia

Minggu, 10 Agustus 2025 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Rokan Hilir, Riau – Kepenghuluan Panipahan Kota di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi salah satu desa pesisir strategis di timur Provinsi Riau. Berhadapan langsung dengan Laut Panipahan, wilayah ini hanya berjarak sekitar dua jam perjalanan menggunakan speedboat menuju perairan Malaysia.

Mayoritas penduduk Panipahan menggantungkan hidup pada sektor perikanan. Setiap hari, para nelayan melaut menggunakan sampan atau perahu bermotor untuk menangkap ikan. Hasil tangkapan umumnya dijual kepada pengepul (toke) untuk diekspor ke Malaysia, sementara sisanya dipasarkan di wilayah lokal.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, nelayan mengeluhkan menurunnya hasil tangkapan. Herman, warga Panipahan Laut, mengungkapkan perubahan tersebut. “Sekarang hasil tangkapan berkurang. Dulu sekali melaut bisa bawa pulang banyak, sekarang jauh berkurang,” ujarnya. Hasil laut Panipahan terkenal beragam, mulai dari ikan kakap, bawal, senangin, udang kelong, ikan pari, hingga kerang batu.

Berdasarkan data kepenghuluan, Panipahan Kota dihuni sekitar 1.700 kepala keluarga dengan latar belakang etnis beragam, seperti Tionghoa, Melayu, Batak, Minangkabau, dan Nias. Keberagaman ini menjadi kekuatan sosial yang mempererat hubungan antarmasyarakat dalam suasana toleransi.

Selain perikanan, Panipahan juga dikenal sebagai destinasi wisata kuliner laut. Pada Sabtu (10/8/2025), rombongan pengunjung dari Rantauprapat, Sumatra Utara—terdiri dari Ramses Sihombing, Saipul Sirait, Ojak Hutagalung, dan Caom Ritonga—datang untuk menikmati suasana pesisir sekaligus mencicipi hidangan khas setempat. Mereka juga bertemu dengan warga Panipahan, antara lain Amarudin, J. Sitepu, dan Asri, di Kafe Kota Terapung Panipahan yang terkenal.

Menu andalan seperti gulai lomak, sop ikan, gulai asam, hingga gulai pedas ikan sembilang menjadi magnet bagi wisatawan. Ikan segar dan kerang merupakan komoditas favorit yang dinikmati baik oleh warga maupun pengunjung, terutama pada musim liburan.

Tokoh masyarakat Panipahan, Agus Salim, berharap pemerintah memberikan perhatian lebih pada desa ini. “Kami berharap pemerintah pusat, provinsi, dan daerah memberikan perhatian serius terhadap masyarakat Panipahan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur seperti jalan. Kementerian Sosial juga diharapkan menyalurkan bantuan yang tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Dengan kekayaan laut, potensi kuliner, dan keragaman budaya, Panipahan memiliki modal besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi dan wisata pesisir. Namun, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar sektor perikanan tetap produktif, sehingga kesejahteraan nelayan dapat terjaga demi keberlanjutan generasi mendatang.

Facebook Comments Box

Penulis : Mursin Pohan

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Potret Kehidupan Nelayan Panipahan: Desa Pesisir Riau di Perbatasan Malaysia

Berita Terkait

Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik
Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga
2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 
Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak
Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan
Delapan Bulan Bersama Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Tinggalkan Kesan Kekeluargaan di Kiwirok
Berikan Dukungan Psikologis, Satgas Damai Cartenz Ajak Anak-anak SD Inpres Kago Bermain dan Belajar Bersama
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:07 WIB

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP

Rabu, 23 September 2026 - 12:24 WIB

LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 

Senin, 21 September 2026 - 10:41 WIB

Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak

Berita Terbaru