Global Expose TV Sulawesi – Ali Sopyan, Wakil Ketua Umum IWO Indonesia, mendesak jajaran Mabes Polri segera menangkap pelaku penusukan terhadap awak media nasional yang diduga dilakukan oleh seorang bandar narkoba di wilayah Banggai Laut.
Desakan ini menyusul insiden berdarah yang menimpa Muh. Faisal Taib, Kepala Perwakilan (Kaperwil) Sulawesi Tengah Media Cyber Nasional, yang juga dikenal sebagai Agen Merah Putih. Korban mengalami lima luka tusukan serius dan kini berada dalam kondisi kritis setelah diserang di wilayah Dodung, Minggu (11/01/2026).
Menurut keterangan berbagai pihak, pelaku penusukan diduga kuat bernama Bakri, yang disebut-sebut sebagai bandar sabu di wilayah tersebut. Kasus ini langsung memicu gelombang kecaman keras dari jajaran pimpinan Media Cyber Nasional.
Pimpinan Media Bereaksi Keras
Bobi Irawan, tokoh Merah Putih sekaligus pemilik Media Cyber Nasional, mengecam keras peristiwa ini dan menyebutnya sebagai ancaman terbuka terhadap negara.
“Ini bukan sekadar kriminalitas biasa.
Ini adalah tantangan terang-terangan dari sindikat narkoba terhadap negara. Darah pejuang Merah Putih telah tumpah karena kebiadaban seorang bandar yang diduga beroperasi tepat di depan mata aparat,” tegas Bobi Irawan. “Saya meminta Presiden dan Kapolri turun tangan langsung. Jika jaringan sabu di Banggai Laut tidak dibongkar sampai ke akar-akarnya, maka hukum di wilayah ini patut dipertanyakan,” lanjutnya.
Pernyataan senada disampaikan Jhon, Pimpinan Redaksi Media Cyber Nasional. Ia menilai penusukan tersebut sebagai bentuk teror terhadap kemerdekaan pers.
“Faisal adalah ujung tombak informasi kami di Sulawesi Tengah. Lima tusukan di tubuhnya adalah upaya pembungkaman secara brutal,” ujar Jhon.
“Kami mengecam lambannya antisipasi aparat, baik di tingkat Polres Banggai Kepulauan maupun Polda Sulawesi Tengah, terhadap dugaan pergerakan jaringan narkoba di wilayah permukiman. Kami tidak hanya menuntut penangkapan pelaku lapangan, tetapi juga pengungkapan seluruh jaringan yang diduga melindungi pelaku,” tegasnya.
Redaksi mencatat sejumlah fakta yang patut menjadi perhatian serius penegak hukum:
Bagaimana mungkin seorang terduga bandar narkoba berani menyerang Kepala Perwakilan media nasional? Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sistem pengamanan dan pengawasan wilayah.
Informasi mengenai dugaan lokasi aktivitas pelaku yang berdekatan dengan fasilitas pendidikan, seperti sekolah dasar, harus menjadi bahan evaluasi serius bagi fungsi intelijen dan penindakan aparat setempat.
Dengan adanya lima luka tusukan di bagian vital tubuh korban, redaksi mendorong agar penyidik menerapkan pasal yang sesuai dengan tingkat kekerasan dan unsur perencanaan, serta menelusuri keterkaitan dengan dugaan tindak pidana narkotika sesuai UU yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, Muh. Faisal Taib masih menjalani penanganan intensif oleh tim medis. Jajaran Media Cyber Nasional dan mitra media di berbagai daerah menyatakan terus memantau perkembangan kasus ini.
“Satu tusukan terhadap wartawan tidak akan menghentikan ribuan berita untuk mengungkap kebenaran,”
Penulis : Tim Redaksi
Editor : Sukadi
Sumber Berita: DARAH WARTAWAN TUMPAH...!!!! Gembong Sabu Banggai Laut Tangtang Negara Kaperwil Media Nasional Ditikam 5 Kali Tusukan












