Kasus Dugaan Penyalahgunaan KUR dan Kartu Tani di Maron Kulon: Kades Hasan Buka Suara, Sebut Dirinya Juga Korban

Senin, 4 Mei 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur –  Senin,4 Mei 2026. Polemik dugaan penyalahgunaan identitas warga untuk pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kartu Tani di Bank Negara Indonesia (BNI) akhirnya mendapat penjelasan langsung. Kepala Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Hasan, angkat bicara setelah namanya terseret dalam pemberitaan yang dinilainya belum berimbang.

Kasus ini mencuat setelah beredar informasi bahwa sekitar 65 warga Maron Kulon diduga menjadi korban penyalahgunaan data untuk pengajuan pinjaman di BNI. Nama Hasan pun ikut disebut, padahal menurutnya, ia berada dalam posisi yang sama-sama dirugikan.

“Pemberitaan itu tidak berimbang dan tidak ada konfirmasi sebelumnya. Padahal sebelum ramai, saya sudah berupaya menyelesaikannya secara kekeluargaan, melalui mediasi antara warga saya dengan oknum kepala desa dari wilayah Kecamatan Banyuanyar,” ungkap Hasan saat ditemui tim media.

Sebagai bentuk itikad baik, Hasan bahkan mengaku meminjamkan uang pribadinya kepada oknum kepala desa tersebut agar bisa diserahkan kepada warganya yang terdampak. Langkah itu dilakukan agar persoalan tidak melebar. Namun, alih-alih selesai, namanya justru ikut tercemar.

“Selain warga saya yang menjadi korban, nama baik dan kredibilitas saya sebagai kepala desa juga ikut tercemar akibat pemberitaan yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Hasan membantah tudingan bahwa warganya sama sekali tidak mengetahui proses pengajuan pinjaman. Menurutnya, ada tahapan yang jelas dan dilakukan di hadapan petugas.

“Petugas meminta fotokopi KTP warga untuk dicek dulu lewat aplikasi BNI sebelum rekening dibuka. Setelah proses selesai, warga dikumpulkan di kantor desa untuk membuka rekening dan menandatangani dokumen secara langsung. Bahkan petugas BNI sendiri yang datang,” jelasnya.

Namun, persoalan muncul setelah rekening aktif dan dana dicairkan. Hasan mengaku tidak mengetahui siapa yang mengambil dana tersebut dan kepada siapa dana itu akhirnya mengalir.

“Saya juga korban. Uang itu dipakai oleh kepala desa dari Banyuanyar, berinisial ZR. Awalnya saya hanya ingin membantu rekan seprofesi yang kesulitan. Saat itu beliau punya tanggungan pinjaman di BNI yang dijaminkan dengan Kartu Tani milik warganya sendiri. Untuk menutupinya, beliau meminta izin memakai data dan Kartu Tani warga saya,” paparnya.

Persetujuan itu, kata Hasan, diberikan karena ada jaminan dari oknum petugas BNI. Dijanjikan bahwa pinjaman atas nama warganya bersifat sementara dan akan dilunasi dalam waktu satu bulan melalui pencairan dana dari warga wilayah oknum kades tersebut.

“Kenapa saya berani menyetujui? Karena ada petugas BNI yang menjamin. Katanya, paling lambat satu bulan semua akan dilunasi dan ditutup. Ternyata janji itu tidak ditepati,” katanya.

Setelah batas waktu berlalu tanpa kejelasan, Hasan mengaku telah menagih janji kepada pihak BNI. Kuasa hukumnya bahkan sudah dua kali melayangkan surat teguran resmi, namun tidak mendapat tanggapan.

Sebelum perkara ini dibawa ke ranah hukum, Hasan kembali berupaya menolong dengan memberikan uang pribadinya kepada oknum kades ZR untuk diserahkan kepada tiga warganya, agar kerugian bisa dikurangi.

Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani dan diproses oleh Kejaksaan Negeri Probolinggo.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, ZR yang disebut sebagai oknum kepala desa dari Kecamatan Banyuanyar hanya menjawab singkat: _“Walaikumsalam, saudara..Ungkapnya.

Hasan berharap proses hukum berjalan transparan agar kebenaran bisa terungkap dan nama baik dirinya serta warganya pulih. “Saya hanya ingin keadilan ditegakkan. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban, dan pemimpin desa yang berniat membantu justru ikut terseret,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Abdul Hadi

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Kasus Dugaan Penyalahgunaan KUR dan Kartu Tani di Maron Kulon: Kades Hasan Buka Suara, Sebut Dirinya Juga Korban

Berita Terkait

Personel Terbatas, Tantangan Besar: Kapolres Probolinggo Rangkul PKDI Kawal Pilkades Serentak 2027
Kompak Dan Bugar, Polres Probolinggo Gelar Olahraga Bersama di HUT Lantas Ke – 71
Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton:Keamanan Obvitnas Tanggung Jawab Bersama
Ribuan Warga Tiris Padati Kadisah Wujud Syukur Di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW
Warga Risih dan Pengendara Terganggu, Dump Truck Tronton Lalu Lalang di Jalan Kelas lll Berdampak Pada Kerusakan Jalan
VIRAL…!!! Penangkapan Oknum KADES Ranugedang Oleh Anggota POLRES Probolinggo Bersama 4 Orang lainnya di duga Pakai Narkoba
Selamat Dan sukses Atas terpilihnya Samsudin,SH sebagai presiden LSM LIRA 2027 – 2032
Pengukuhan dan Pelantikan Ketua Serta Pengurus TP PKK Desa Bulang
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:59 WIB

Personel Terbatas, Tantangan Besar: Kapolres Probolinggo Rangkul PKDI Kawal Pilkades Serentak 2027

Jumat, 18 September 2026 - 13:54 WIB

Kompak Dan Bugar, Polres Probolinggo Gelar Olahraga Bersama di HUT Lantas Ke – 71

Jumat, 11 September 2026 - 12:18 WIB

Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton:Keamanan Obvitnas Tanggung Jawab Bersama

Selasa, 1 September 2026 - 19:22 WIB

Ribuan Warga Tiris Padati Kadisah Wujud Syukur Di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Warga Risih dan Pengendara Terganggu, Dump Truck Tronton Lalu Lalang di Jalan Kelas lll Berdampak Pada Kerusakan Jalan

Berita Terbaru