Global Expose TV Kota BALIKPAPAN – Kabar mengenai aksi begal bersenjata parang yang sempat viral di media sosial dan menghebohkan warga Balikpapan dipastikan tidak benar. Polisi menegaskan bahwa pria yang disebut sebagai pelaku begal tersebut merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengamuk di kawasan permukiman warga dan telah berhasil diamankan.
Kepastian itu disampaikan Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, saat menghadiri kegiatan Pemerintah Kota Balikpapan di Dome Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), Selasa (2/6/2026).
“Perlu kami luruskan, kejadian dini hari tadi bukan kasus begal. Itu adalah seorang ODGJ yang mengamuk. Yang bersangkutan sudah diamankan dan saat ini situasi sudah kondusif,” tegas Kapolresta.
Sebelumnya, sejumlah unggahan di media sosial menyebut terjadi aksi begal bersenjata parang yang meresahkan warga Balikpapan. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol M. Rezsa, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.00 WITA. Polsek Balikpapan Utara menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 mengenai seorang pria yang mengamuk sambil membawa parang dan mengancam warga di RT 41, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polresta Balikpapan bersama Polsek Balikpapan Utara segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati pria tersebut berada di atas atap rumah warga sambil menghunus parang. Senjata tajam yang dibawanya bahkan diikatkan pada lengannya menggunakan tali sehingga tidak mudah terlepas.
Polisi dan Warga Terluka Saat Proses Evakuasi
Dalam upaya mengamankan pelaku, anggota Samapta Polresta Balikpapan, Bripda Arbian, bersama seorang warga bernama Panji, naik ke atas atap rumah untuk mendekati dan menenangkan pria tersebut. Namun situasi berubah dramatis ketika terjadi pergumulan di atas atap.
Ketiganya terjatuh dari ketinggian saat proses penangkapan berlangsung.
Akibat kejadian itu, Bripda Arbian mengalami luka sayatan pada pipi kiri akibat sabetan parang. Sementara Panji mengalami luka pada kaki kanan. Meski demikian, petugas berhasil mengamankan pelaku beserta parang yang digunakannya.
“Parang berhasil diamankan petugas. Saudara Panji dan pelaku saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan,” jelas Kompol Rezsa.
Polisi Imbau Tidak Mudah Percaya Informasi yang Belum Terverifikasi
Menyikapi viralnya informasi yang menyebut pelaku sebagai begal, pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan para konten kreator untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Polisi menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.
Masyarakat diharapkan selalu mengutamakan sumber informasi resmi dan melakukan pengecekan fakta sebelum membagikan sebuah peristiwa di ruang digital.
“Bijak bermedia sosial adalah bagian dari menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru memicu kepanikan di masyarakat,” pungkas Kapolresta.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil PROV Kaltim
Sumber Berita: Viral Begal Bersenjata Parang di Balikpapan, Ternyata ODGJ Mengamuk; Polisi Minta Warga dan Konten Kreator Bijak Bermedia Sosial












