Global Expose TV Kabupaten KUTAI BARAT – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan melalui rapat koordinasi pembahasan Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan industri farming yang digelar di Aula Tribrata Polres Kutai Barat, Sabtu (5/6/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Bulog, Kementerian Pertanian, pelaku usaha pertanian, serta berbagai stakeholder terkait guna menyatukan langkah dalam mendorong sektor pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.
Hadir dalam rapat tersebut Komandan Brigif TP 85/BTC Kolonel Inf. Alzaki, S.E., M.M., M.B.A., M.M.A.S., Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., jajaran pejabat Polres Kutai Barat, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah mitra strategis di bidang pertanian dan pangan.
Dalam pemaparannya, Kolonel Inf. Alzaki mengungkapkan Brigif TP 85/BTC memiliki potensi lahan sekitar 1.400 hektare yang dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pengembangan industri farming. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi motor penggerak peningkatan produksi pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari menegaskan kesiapan Polres Kutai Barat dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan jagung seluas 50 hektare yang telah dipersiapkan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
“Polres Kutai Barat siap mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif guna menunjang seluruh rangkaian kegiatan pengembangan industri farming. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Kompol Subari.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat, Rion, S.STP., M.Si., yang menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan pendampingan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memfasilitasi berbagai kebutuhan teknis guna memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, para peserta sepakat bahwa draft MoU yang telah disusun masih memerlukan kajian dan pendalaman lebih lanjut oleh masing-masing instansi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh substansi kerja sama sesuai dengan tugas, fungsi, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Meski kesepakatan final belum ditetapkan, seluruh pihak menyatakan komitmen kuat untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dalam rangka menyempurnakan dokumen kerja sama tersebut.
Melalui kolaborasi yang tengah dipersiapkan ini, pengembangan industri farming di Kabupaten Kutai Barat diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil PROV Kaltim
Sumber Berita: Polres Kutai Barat Dukung Pengembangan Industri Farming, Perkuat Ketahanan Pangan dan Perekonomian Daerah












