Global Expose TV Kabupaten Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi mencanangkan Program Transformasi Desa Digital Desa/Kelurahan dan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Rabu (24/6/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat pusat, provinsi, serta daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Bupati PPU Mudyat Noor, Anggota Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, Kepala BPS Kaltim Masud Rifai, Sekretaris Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Fajar Tri Suprapto, Dandim 0913/PPU Letkol Inf Fandy Satria Dwi Wahyono, serta Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara.
Dalam sambutannya, Bupati Mudyat Noor menegaskan bahwa transformasi digital desa bukan sekadar menghadirkan teknologi, melainkan juga membangun budaya kerja dan pola pikir baru dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan kepada masyarakat.
“Transformasi digital adalah upaya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi. Sementara Desa Cantik menjadi fondasi penting agar pembangunan desa benar-benar berbasis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurutnya, data yang berkualitas menjadi aset penting dalam menentukan arah pembangunan. Dengan dukungan data yang akurat, berbagai program pemerintah dapat disusun secara lebih tepat sasaran, mulai dari bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Kepala BPS Kalimantan Timur, Masud Rifai, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten PPU dalam mendukung penguatan statistik desa dan transformasi digital. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BPS menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Data yang akurat dan mutakhir menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan. Karena itu, Desa Cantik akan menjadi penguat bagi Desa Digital agar pembangunan semakin terarah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Fajar Tri Suprapto menekankan bahwa digitalisasi desa merupakan bagian dari upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama kemajuan bangsa. Dengan transformasi digital, desa akan semakin maju, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pembangunan desa berbasis teknologi dan data. Ia menyebut PPU sebagai salah satu daerah yang menunjukkan terobosan signifikan dalam mengintegrasikan digitalisasi dengan pengelolaan data statistik di tingkat desa.
“Di era sekarang kita tidak bisa lagi membangun berdasarkan asumsi atau perkiraan. Semua harus berbasis data. Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang tepat, pelayanan yang lebih baik, dan pembangunan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyediakan akses internet gratis bagi seluruh desa di Kabupaten PPU guna mempercepat implementasi transformasi digital di tingkat desa dan kelurahan.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Desa Cantik, penyerahan piagam pencanangan, penyerahan sertifikat Agen Statistik, serta sesi foto bersama seluruh peserta.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme, menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen bersama menuju desa yang maju, modern, dan berbasis data demi mendukung terwujudnya Kalimantan Timur Maju dan Indonesia Emas 2045.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil PROV Kaltim
Sumber Berita: PPU Canangkan Desa Digital dan Desa Cantik, Percepat Pelayanan Publik Berbasis Data












