Global Expose TV Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara – Pada 30 Juli 2026. Polemik yang terjadi di UPTD Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, kembali menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan lanjutan terkait dugaan adanya seorang pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian dan diduga mencampuri urusan internal puskesmas.
Sebelumnya, persoalan di Puskesmas Tanjung Haloban sempat viral di media sosial hingga mendapat perhatian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Hj. Tuti Noprida Ritonga, yang turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus mendampingi proses klarifikasi guna memperoleh informasi yang utuh dari seluruh pihak terkait.
Di tengah proses tersebut, kembali beredar pemberitaan yang menyebut adanya seorang pria berpakaian hitam yang diduga mengaku sebagai anggota Polres Kota Pinang sekaligus mengaku memiliki hubungan dekat dengan Kepala Puskesmas Susyani. Pemberitaan itu juga memuat sejumlah dugaan mengenai tindakan pria tersebut di lingkungan puskesmas yang hingga kini masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.
Selain itu, pemberitaan tersebut turut memuat klaim mengenai keresahan sejumlah pegawai serta adanya desakan agar dilakukan evaluasi terhadap kepemimpinan di Puskesmas Tanjung Haloban. Berbagai informasi yang beredar masih berupa dugaan dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi.
Sejumlah warga Desa Tanjung Haloban mengaku resah melihat dan mendengar kegaduhan yang viral di media sosial terkait polemik antara Kepala Puskesmas dengan sejumlah tenaga kesehatan (nakes). Menurut warga, persoalan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan pelayanan kesehatan serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Warga berharap Bupati Labuhanbatu melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Puskesmas Tanjung Haloban. Mereka juga meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap dugaan pemotongan dana atau pungutan liar sebagaimana yang disebut dalam video yang beredar di media sosial. Apabila dari hasil audit dan pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran administrasi maupun unsur tindak pidana, warga meminta agar proses penegakan hukum dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi yang memastikan kebenaran identitas pria yang disebut mengaku sebagai anggota kepolisian maupun hasil pemeriksaan atas berbagai dugaan yang berkembang. Karena itu, klarifikasi dari seluruh pihak terkait dinilai penting agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Dinas Kesehatan, serta aparat penegak hukum dapat menuntaskan seluruh persoalan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Puskesmas Tanjung Haloban dapat kembali berjalan dengan baik dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Penulis : Tim Redaksi
Editor : Sukadi












