Global Expose TV Kabupaten KUTAI BARAT – Polres Kutai Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pencegahan dan Penanganan Karhutla secara virtual melalui video conference di Aula Tribrata Polres Kutai Barat, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., didampingi Wakapolres Kompol Subari, S.Sos., serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Kutai Barat, Kepala BPBD Kabupaten Kutai Barat Yudianto Rihartono, S.T., M.Si., Pasi Ops Kodim 0912/KBR Lettu Arm. Oktario Sirait, S.H., perwakilan Kejaksaan Negeri, KPHP, Manggala Agni, dan instansi terkait lainnya.
Rakorda yang dipimpin Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kaltim dalam menghadapi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui deteksi dini, patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot), serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Dalam pemaparannya, Kapolda Kalimantan Timur menyampaikan bahwa pada Semester I Tahun 2026 terdapat 7.910 titik rawan karhutla di wilayah Kaltim, dengan 216 titik masuk kategori risiko tinggi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Kaltim mengerahkan 1.545 personel serta mengoptimalkan penggunaan aplikasi Lembuswana dan Spongi guna memantau perkembangan titik api secara real-time.
Sementara itu, Kodam VI/Mulawarman telah menyiapkan 841 personel dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk mendukung penanggulangan bencana. Khusus wilayah Kutai Barat, disiagakan 80 personel gabungan dari Kodim 0912/KBR, Mabrigif TP 85/BTC, dan Yonif TP 827/MCY.
Berdasarkan prakiraan BMKG, Kalimantan Timur diperkirakan mengalami dampak El Nino yang meningkatkan potensi karhutla. Data per 31 Juli 2026 menunjukkan Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang selama 8 hari terjadi di Long Iram, Kabupaten Kutai Barat.
Di sisi lain, BPBD Provinsi Kalimantan Timur menetapkan Kutai Barat sebagai salah satu dari empat kabupaten dengan tingkat risiko karhutla yang tinggi. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, mulai dari patroli terpadu, edukasi masyarakat, hingga pemantauan hotspot selama 24 jam.
Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan menegaskan bahwa Polres Kutai Barat siap memperkuat sinergi bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Upaya pencegahan merupakan kunci utama. Kami akan terus mengintensifkan patroli terpadu, memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran, serta menindak tegas setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Polres Kutai Barat berharap upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu menjaga kelestarian lingkungan, melindungi masyarakat dari dampak kabut asap, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang tetap kondusif selama musim kemarau.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: Polres Kutai Barat Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Ikuti Rakorda Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau












