Global Expose TV JAKARTA – Memasuki hari keenam pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Polri terus konsisten menjalankan operasi kemanusiaan. Sejak awal bencana hingga Kamis (20/8/2026), personel Polri dikerahkan untuk membantu evakuasi, melayani masyarakat di pengungsian, mendistribusikan bantuan, serta mendukung kebutuhan komunikasi dan kebutuhan dasar warga terdampak.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan kekuatan Polri terus dilakukan secara konsisten dengan menyesuaikan perkembangan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Sejak awal bencana hingga memasuki hari keenam, Polri tetap konsisten hadir dan bergerak. Personel Brimob terus dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pelayanan masyarakat, sementara dukungan logistik terus didorong ke wilayah terdampak. Kami memastikan penanganan terus berjalan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).
Konsistensi tersebut terlihat dari aktivitas Korbrimob Polri BKO Polda NTT yang hingga hari ini masih melaksanakan berbagai tugas kemanusiaan.
Pada Kamis (20/8/2026), sebanyak 10 personel Korbrimob yang dipimpin Ipda Alfonsius Anselmus membantu proses evakuasi korban menuju Posko Kesehatan Pengungsian di Desa Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, bersama Basarnas.
Sementara di Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, personel TIK Korbrimob memasang Starlink dan Wontech di Posko Brimob. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat akses komunikasi sekaligus memenuhi kebutuhan daya listrik bagi pengungsi dan relawan.
Di lokasi yang sama, lima personel Korbrimob yang dipimpin Danki Penugasan AKP Roy Ronaldo Dansu melakukan pendataan sekaligus penyaluran bantuan di Posko Terpadu Polri Peduli Bencana Barangkolong. Bantuan menyasar kebutuhan dasar batita, balita, serta masyarakat terdampak, termasuk sembako.
“Kebutuhan di setiap lokasi berbeda. Karena itu personel terus melakukan pendataan dan asesmen agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga. Selama masa tanggap darurat, pelayanan dan dukungan akan terus kami lakukan,” kata Trunoyudo.
249,2 Ton Bantuan Terus Didorong ke NTT
Selain pengerahan personel, dukungan logistik dan kemanusiaan Polri terus bergerak menuju wilayah terdampak gempa bumi di NTT.
Hingga Kamis (20/8/2026), sedikitnya 249,2 ton bantuan logistik dan kemanusiaan telah dikirimkan Polri untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 247,66 ton bantuan yang telah dikirim hingga 18 Agustus 2026, ditambah pengiriman logistik terbaru melalui jalur udara pada 19 Agustus 2026.
Pada Rabu (19/8/2026), Polri kembali mengirimkan 1,44 ton logistik menggunakan pesawat CN-295 registrasi P-4501 dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.
Bantuan tersebut terdiri atas 14 koli obat-obatan seberat 94 kilogram, tujuh koli selimut seberat 586 kilogram, lima koli sarung seberat 340 kilogram, serta 120 unit kasur lipat seberat 420 kilogram.
Selain itu, Helikopter Bell 429 registrasi P-3202 turut mendistribusikan sekitar 100 kilogram bantuan logistik dari Labuan Bajo menuju Reo, Kabupaten Manggarai.
Bantuan tersebut meliputi mi instan, kopi sachet, makanan dan biskuit, ember, deterjen, sikat pakaian, hanger, plastik, serta berbagai perlengkapan lainnya untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan personel di wilayah terdampak.
Secara keseluruhan, bantuan yang dikirimkan Polri berasal dari Mabes Polri dan jajaran kewilayahan. Bantuan mencakup bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, kasur, selimut, perlengkapan bayi, sarana komunikasi, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
236 Personel BKO Diperkuat Kemampuan SAR hingga Trauma Healing
Tak hanya logistik, Polri juga memperkuat penanganan di lapangan dengan mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT.
Personel tersebut memiliki berbagai kemampuan, mulai dari SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak.
Khusus dalam kegiatan pada Selasa (18/8/2026), Kapolri juga telah menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Polri juga terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
“Penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Polri terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait. Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, personel Polri akan terus berada di lapangan dan dukungan logistik akan terus kami dorong sesuai kebutuhan,” tegas Trunoyudo.
Memasuki hari keenam pascagempa, Brimob terus bergerak, personel Polri terus melayani, dan bantuan logistik terus dikirim menuju wilayah terdampak. Kehadiran Polri tidak hanya ditujukan untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah masa tanggap darurat.
Polri memastikan masyarakat terdampak gempa di NTT tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Selama kebutuhan kemanusiaan masih ada, personel akan terus berada di lapangan, bergerak bersama seluruh unsur untuk membantu, melindungi, dan melayani masyarakat.
Penulis : S Bahri dan team
Editor : Korwil
Sumber Berita: Hari Ke-6 Pascagempa, Polri Terus Bergerak: Brimob dan Bantuan Logistik Konsisten Dikirim ke NTT












