Global Expose TV Kota BONTANG – Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Bontang diperkuat melalui langkah terpadu lintas instansi. Polres Bontang bersama Pemerintah Kota Bontang, TNI, BPBD, Damkar, dunia usaha dan stakeholder terkait menyepakati pembentukan Posko Terpadu Penanganan Karhutla sebagai pusat koordinasi pencegahan hingga penanganan kebakaran di lapangan.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, S.H., Kamis (27/8/2026).
Posko Terpadu rencananya ditempatkan di Pos Damkar Sektor Bontang Lestari. Keberadaan posko ini diarahkan menjadi simpul koordinasi untuk memperkuat pemantauan wilayah rawan, deteksi dini, mobilisasi personel, hingga pengerahan sarana dan prasarana ketika terjadi kebakaran.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan dukungan sumber daya yang terintegrasi. Karena itu, setiap unsur yang terlibat akan memperkuat kesiapan personel, kendaraan pemadam, peralatan, suplai air serta dukungan kesehatan dan operasional.
Polres Bontang sendiri menyiapkan 43 personel untuk mendukung penanganan Karhutla. Kekuatan tersebut akan diperkuat dengan optimalisasi kendaraan serta perlengkapan yang dimiliki untuk menunjang respons di lapangan.
Kapolres Bontang melalui Kabag Ops Polres Bontang Kompol Supriyadi, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa jajaran kepolisian siap bergerak bersama seluruh stakeholder.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan dan sinergi. Polres Bontang siap mendukung kekuatan personel maupun sarana yang ada, sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
Tidak hanya berorientasi pada pemadaman, strategi yang disiapkan juga menitikberatkan pada pencegahan dan deteksi dini. Patroli kawasan rawan, pemantauan titik potensi kebakaran, sosialisasi kepada masyarakat serta pengawasan hingga tingkat kelurahan akan terus dioptimalkan.
Kolaborasi dengan dunia usaha juga menjadi bagian penting dalam skema kesiapsiagaan tersebut. Sejumlah unsur, di antaranya TNI, PKT, PT Badak, Indominco, BPK dan EUP, disiapkan untuk memberikan dukungan berupa personel, kendaraan pemadam, peralatan serta suplai air sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan sumber air di kawasan Bontang Lestari. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi melalui kesiapan suplai air dan penguatan infrastruktur pendukung agar proses pemadaman tidak terkendala ketika terjadi kebakaran.
Rakor tersebut turut dihadiri Kabag Ops Polres Bontang, perwakilan Kodim 0908/Bontang, Danpos AL Bontang, perwakilan Yonarhanud 7/ABC, BPBD, Damkar, Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian, para camat dan lurah se-Kota Bontang, perwakilan perusahaan serta Manggala Agni.
Pembentukan Posko Terpadu menjadi langkah konkret untuk memastikan penanganan Karhutla tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan satu pola koordinasi, dukungan personel dan peralatan lintas instansi dapat digerakkan lebih cepat ketika situasi darurat terjadi.
Kesiapsiagaan menjadi kunci. Deteksi lebih awal, koordinasi lebih cepat dan respons bersama diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas sekaligus menekan dampak Karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat di Kota Bontang.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: Posko Terpadu Karhutla Dibentuk, Polres Bontang Siagakan 43 Personel dan Perkuat Respons Lintas Instansi












